TITIK LARANGAN: Petugas Satpol PP Kota Semarang saat menurunkan bendera Partai Gerindra yang berada di bundaran Tugu Muda, kemarin. (Agus Haryanto/Radar Semarang)
TITIK LARANGAN: Petugas Satpol PP Kota Semarang saat menurunkan bendera Partai Gerindra yang berada di bundaran Tugu Muda, kemarin. (Agus Haryanto/Radar Semarang)
TITIK LARANGAN: Petugas Satpol PP Kota Semarang saat menurunkan bendera Partai Gerindra yang berada di bundaran Tugu Muda, kemarin. (Agus Haryanto/Radar Semarang)

Hariyanto: Semarang Bukan Milik PDIP
SEMARANG – Bendera partai politik (Parpol) Gerindra yang terpasang di bundaran Tugu Muda dicopot petugas Satpol PP Linmas Kota Semarang, karena dinilai menyalahi aturan. Tindakan pencopotan itu pun langsung menuai protes dari pengurus partai berlambang kepala burung garuda tersebut.

Kepala Satpol PP Kota Semarang, Endro P Martanto mengatakan, penurunan alat peraga berupa bendera Parpol Gerindra karena berdiri di kawasan larangan. Hal itu menyalahi Perwal Nomor 30 A Tahun 2013 tentang Pengaturan Bendera Parpol. ”Tempat tersebut merupakan larangan. Setidaknya ada sekitar 50-an bendera parpol Gerindra yang diturunkankan petugas Satpol PP dan petugas Kesbangpol,” ungkapnya kepada Radar Semarang.

Dia juga menyatakan pemasangan tersebut tidak memiliki izin dan pemberitahuan di kantor Kesabangpol Kota Semarang. Sehingga dari pihak Kesbangpol memberikan mandat untuk menurunkan bendera parpol tersebut. ”Kami hanya membantu Kesbangpol. Sebab, dari kami juga tidak ada pemberitahuan izin pemasangan bendera itu dari Kesbangpol,” terangnya.

Ketua DPC Partai Gerindra Kota Semarang Suhariyanto menyayangkan tindakan penertiban tersebut. Pihaknya mengklaim sebelum pemasangan telah meminta izin dinas terkait. Dia menilai, penertiban masih tebang pilih. ”Saat kami merayakan HUT Gerindra, bendera-bendera diturunkan, kami merasa mendapat perlakuan yang tidak adil. Padahal sebelumnya, saat PDIP merayakan HUT, juga memasang bendera di bundaran Tugu Muda, Jalan Pemuda, dan Simpang Lima, tapi tidak diturunkan,” terang Suhariyanto, kemarin.

Menurutnya, Kota Semarang milik semua warga masyarakat, termasuk parpol (partai politik) yang ikut menghidupkan Kota Atlas ini. ”Kota ini bukan hanya milik PDIP. Ketika PDIP merayakan HUT dan memasang bendera di mana-mana, kita juga menghormatinya. Kalau PDIP saja boleh, kenapa Gerindra diturunkan,” kata Suhariyanto. ”Jadi tolong kami juga dihargai dengan hak dan perlakuan yang sama,” imbuhnya.

Kabid Trantib Satpol PP Kota Semarang Kusnandir menambahkan, tidak ada tebang pilih terkait penertiban bendera parpol ini. Semua atribut yang berdiri di titik larangan tetap akan ditertibkan. ”Dulu PDIP tidak ada yang memasang di taman. Buktinya, bendera (Gerindra) yang lain juga tidak kami turunkan, seperti di Jatingaleh itu juga masih berdiri,” katanya. (mha/zal/ce1)