BARUSARI – Penyidik Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polrestabes Semarang mengaku masih mencari bukti-bukti baru terkait kasus dugaan korupsi belanja fiktif program pengelolaan ruang terbuka hijau (RTH) tahun anggaran 2012 Kota Semarang yang merugikan negara sebesar Rp 1,1 miliar. Praktis, hingga kini tersangka Sujadi, yang sekarang menjabat Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian Kota Semarang, belum diperiksa dalam kapasitasnya sebagai tersangka.

”Belum diperiksa (sebagai tersangka, Red),” kata Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Djihartono ditemui wartawan di Mapolrestabes Semarang, Kamis (5/2) siang.

Namun demikian, kasus ini telah diterbitkan Surat Perintah Dimulainya Penyidikan (SPDP) sejak 25 November 2014 lalu. ”Kami masih fokus mengumpulkan dan mencari bukti-bukti lain,” ujarnya.

Dalam kasus dugaan korupsi ini, tersangka Sujadi saat itu menjabat sebagai Kepala Bidang Pertamanan Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Semarang. Sujadi berperan selaku kuasa pengguna anggaran dalam proyek program pengelolaan ruang terbuka hijau (RTH) tahun anggaran 2012 Kota Semarang. Proyek itu berpagu anggaran Rp 3,8 miliar.

Sedikitnya ada sebanyak 7 program di Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Semarang. Masing-masing pemeliharaan sarana dan prasarana taman kota, pemeliharaan taman-taman, pemeliharaan Simpang Lima, pemeliharaan dekorasi kota, pengelolaan ruang terbuka hijau, pemeliharaan pohon turus pelindung jalan, studi kelayakan dan Detail Engineering Design (DED).
Dalam pelaksanaannya disebut menggunakan rekanan sejumlah CV di Kota Semarang. Namun belakangan diketahui, rekanan tersebut fiktif dan tidak pernah melaksanakan kegiatan proyek tersebut.

Sujadi dalam kasus korupsi ini sempat mengembalikan uang kerugian negara sebesar Rp 251 juta pada 2013 silam. Sujadi sendiri membantah melakukan korupsi, dan mengklaim proyek-proyek tersebut telah dijalankan dengan benar dan diketahui pimpinannya. ”Saya akan patuh hukum,” ujarnya. (amu/aro/ce1)