KRAPYAK – Untuk kali kedua, anggota Sub Bidang Kedokteran Kesehatan Polda Jateng, Briptu Agus Winarno, harus dijebloskan ke penjara. Terdakwa kasus narkoba ini divonis 5 tahun penjara dan denda Rp 400 juta setara 2 bulan kurungan dalam sidang yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Semarang, Kamis (5/2). Ketua Majelis Hakim Boedi Soesanto menyatakan, terdakwa bersalah melanggar pasal 112 ayat 1 Undang-Undang Nomor 35/ 2009 tentang narkotika.

Pada Mei 2009, Agus juga pernah ditangkap saat hendak transaksi 0,5 gram sabu-sabu di kosnya di kawasan Pleburan, Semarang Selatan. Saat itu, ia diganjar hukuman 3 bulan 10 hari penjara, serta direkomendasikan pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH) alias dipecat dari korps kepolisian dalam sidang kode etik. Anehnya, hingga kini rekomendasi pemecatan tersebut belum diputuskan. Terdakwa sendiri sebenarnya sudah masuk dalam pengawasan Polda Jateng atas kasus pertamanya itu, namun kenyataannya dia mengulangi perbuatannya kembali.

Dalam persidangan kemarin, Hakim Boedi Soesanto menilai terdakwa tanpa hak atau melawan hukum memiliki, menyimpan, dan menguasai narkotika jenis sabu-sabu. ”Mengadili, menjatuhkan pidana selama 5 tahun dan denda Rp 400 juta subsider 2 bulan penjara. Menetapkan terdakwa tetap berada dalam tahanan,” kata Boedi saat membacakan amar putusannya.

Menurut hakim, terdakwa ditangkap petugas Badan Narkotika Nasional (BNN) dan Direktorat Reserse Narkoba Polda Jateng di pintu keluar SPBU Banyumanik, Semarang pada Selasa, 7 Oktober 2014 lalu. Saat itu, ditemukan tiga paket sabu-sabu seberat 2,3 gram di dalam tas terdakwa yang juga berisikan korek api gas. Sabu-sabu itu dibeli dari seorang warga Semarang. Vonis hakim itu lebih ringan 2 tahun dari tuntutan jaksa Kejaksaan Negeri (Kejari) Semarang Sofyan Hidayat.

Pada sidang sepekan sebelumnya, Agus Winarno dituntut 7 tahun penjara, serta denda Rp 800 juta setara 2 bulan kurungan. Atas vonis kemarin, terdakwa maupun kuasa hukumnya, Triyono, menerima putusan hakim. ”Saya menerima Yang Mulia,” ujar Agus. Jaksa Sofyan pun menerima putusan tersebut. (mg21/aro/ce1)