DIKLAT: Kapolres Demak AKBP Raden Setijo Nugroho membuka pelatihan para penyidik di Gedung Balai Diklat Karangtengah, kemarin. (WAHIB PRIBADI/RADAR SEMARANG)
DIKLAT: Kapolres Demak AKBP Raden Setijo Nugroho membuka pelatihan para penyidik di Gedung Balai Diklat Karangtengah, kemarin. (WAHIB PRIBADI/RADAR SEMARANG)
DIKLAT: Kapolres Demak AKBP Raden Setijo Nugroho membuka pelatihan para penyidik di Gedung Balai Diklat Karangtengah, kemarin. (WAHIB PRIBADI/RADAR SEMARANG)

DEMAK- Dalam menetapkan tersangka kasus korupsi, penyidik kepolisian dalam penanganan perkara tersebut harus betul-betul didukung data akurat dan alat bukti yang kuat. Karena itu, bila belum memiliki data dan bukti kuat, tidak boleh sembarangan menetapkan seseorang sebagai tersangka. Hal itu terungkap dalam pelatihan yang mengusung tema peningkatan kompetensi penyidik dalam penentuan kerugian keuangan negara terkait tindak pidana korupsi yang digelar Polres Demak kerja sama dengan Universitas Diponegoro (Undip) Semarang di Gedung Balai Diklat Karangtengah, kemarin.

Acara yang dibuka Kapolres Demak AKBP Raden Setijo Nugroho dan Wakapolres Kompol Yani Permana ini dihadiri seluruh perwira dan penyidik Polres Demak. Sedangkan sebagai pembicara adalah Prof Nyoman Serikat Putra Jaya dari Undip dan Hernold F Makawimbang dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI.

Dua pembicara menegaskan bahwa untuk membuktikan seseorang melakukan korupsi harus disertai bukti kuat. Jika belum kuat, jangan sekali-kali menetapkan tersangka dan menerbitkan surat perintah penyidikan.

Prof Nyoman Serikat Putra Jaya membeberkan, pada dasarnya hukum pidana mempunyai dua fungsi. Yakni, fungsi menciptakan ketertiban untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat, serta fungsi khusus, untuk melindungi benda-benda hukum dari perbuatan yang hendak ‘memperkosanya’ atau dengan perkataan lain menanggulangi perbuatan jahat.

Adapun perbuatan yang berkualifikasi sebagai tindak pidana korupsi di antaranya melakukan perbuatan memperkaya diri sendiri dengan merugikan keuangan negara. Selain itu, menyalahgunakan wewenang, memberi janji kepada pegawai negeri atau penyelenggara negara dan lainnya.

Kapolres Demak AKBP Raden Setijo Nugroho mengungkapkan, dengan adanya seminar ini, diharapkan para penyidik Polres Demak mendapat tambahan ilmu untuk menunjang kinerja khususnya dalam penyidikan tindak pidana korupsi. “Menimba ilmu ini penting supaya kinerja mengungkap korupsi ini bisa berjalan sesuai harapan,”katanya.(hib/aro)