Malam Ini, Pengajian Akbar Maulid Nabi

178
PENGAJIAN MANAKIB: Panitia Maulid Nabi Muhammad SAW Jamiyyah Maulid Simtudduror Ngaliyan Semarang menggelar pengajian Manakib Syeikh Abdul Qodir Jaelani Kamis kemarin (5/2). (IST)
PENGAJIAN MANAKIB: Panitia Maulid Nabi Muhammad SAW Jamiyyah Maulid Simtudduror Ngaliyan Semarang menggelar pengajian Manakib Syeikh Abdul Qodir Jaelani Kamis kemarin (5/2). (IST)
PENGAJIAN MANAKIB: Panitia Maulid Nabi Muhammad SAW Jamiyyah Maulid Simtudduror Ngaliyan Semarang menggelar pengajian Manakib Syeikh Abdul Qodir Jaelani Kamis kemarin (5/2). (IST)

NGALIYAN – Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tidak hanya melestarikan syiar Islam, namun sekaligus meningkatkan rasa persaudaraan, persatuan dan kesatuan bangsa dalam mempertahan dan menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Karena itulah, Jamiyyah Maulid Simtudduror Ngaliyan kembali menggelar Pengajian Akbar Maulid Nabi Bersama Habib Muhammad Lutfi dan KH Abdullah Saad dari Solo di Lapangan Kliwonan, Kelurahan Tambakaji, Kecamatan Ngaliyan, Semarang, Jumat (6/2) malam ini.

Ketua Panitia Maulid Nabi Muhammad SAW, Ahmad Arwani, mengatakan, peringatan Maulid Nabi tidak sekadar tradisi inklusif, tapi memiliki kedalaman nilai yang sangat berguna bagi masyarakat dalam beragama, berbangsa, dan bernegara.

”Makanya kami mengagendakan dalam acara tersebut dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya sebelum mengawali acara pengajian akbar dan Maulid Nabi Muhammad SAW,” tuturnya di sela-sela persiapan kemarin (5/2).

Menurutnya, di Pulau Jawa, Maulid Nabi Muhammad SAW dilestarikan oleh para wali, yakni Walisongo di tengah dekadensi moral, agitasi dan agresi bangsa lain ke Indonesia, sehingga merusak tatanan sosial.

”Pelestarian tersebut selaras dengan ajaran Nabi Muhammad bahwa kecintaan seseorang terhadap tanah air merupakan tanda keimanan seseorang terhadap Tuhan dan Nabinya,” tegasnya.

Sebelum pelaksanaan Maulid Nabi, dilakukan khataman Alquran 30 juz sebanyak 10 kali di Makam Al-Habib Hasan Kramatjati, Jalan Duku, Mrican, Semarang, dan makam KH Muhammad Kasrowi Bin Kaseri pada Jumat (13/2) mulai pukul 07.00-17.30, serta pengajian Manakib Syaikh Abdul Qadir Al Jaelani di rumah Almarhum Mbah Muhammad Kasrowi Kamis (5/2) pukul 17.50-20.00.
”Kami mengharapkan kehadiran kaum muslimin dan muslimat untuk hadir dalam pelaksanaan pengajian akbar dan Maulid Nabi Muhammad SAW pada Jumat malam Sabtu (6/2) pukul 19.30 hingga usai di Lapangan Kliwonan/Wahyu Utomo, Ngaliyan, Semarang,” harapnya.

Dalam acara tersebut menghadirkan ulama kharismatik yang akan memberikan mauidlah khasanah, yakni Ketua Jamiyyah Ahli Thariqoh Muktabarah Indonesia, Habib Muhammad Lutfi Bin Ali Bin Hasyim Bin Yahya, dan KH Abdullah Saad dari Solo. Selain itu akan dihadiri pula Muspida Provinsi Jateng dan Muspida Kota Semarang. (ida/aro/ce1)