Budi Ahmadi. (Wahib pribadi/radar semarang)
Budi Ahmadi. (Wahib pribadi/radar semarang)
Budi Ahmadi. (Wahib pribadi/radar semarang)

BATU akik kini makin digemari masyarakat, termasuk kalangan pejabat. Selain sudah menjadi hobi sebagai pemanis jari-jari, juga untuk menambah kewibawaan dalam penampilan. Karena itu, bagi penggemar batu akik, koleksinya bisa mencapai puluhan bahkan ratusan. Wakil Ketua DPRD Demak, Budi Ahmadi misalnya, kini sudah mengoleksi 30 batu akik berbagai jenis dan warna. Masing-masing jenis memiliki keunikan sendiri.

Ada yang jenis batu akik safir, merah delima, sulaeman, siyem, naga, mata kucing dan lainnya. Batu akik yang dipakai ini pun makin berkelas karena emban yang melingkar di jari-jari nilainya cukup tinggi. Ada yang berlapis 10 gram hingga 15 gram emas. Ada pula batu akik jenis intan yang nilainya mencapai Rp 16 juta.

Budi Ahmadi mengungkapkan, sebagai penggemar batu akik, kini dirinya telah membentuk komunitas akik. “Yang punya koleksi akik bisa bergabung ke komunitas kami,”ujar Ketua DPD Partai Golkar Demak ini.

Menurutnya, untuk mengetahui bahwa batu akik yang dimiliki berkualitas atau tidak bisa dilihat dari bahan batu yang ada dengan cara diteropong. “Di situ akan diketahui seberapa banyak serat batu akik itu. Jadi, bisa dites keras dan tidaknya,”katanya.

Dia menambahkan, para kolektor batu akik yang dimiliki biasanya ada yang buatan dan ada juga yang hasil ‘tarikan atau sedotan’ dengan cara gaib. Meski begitu, kata dia, pada hakekatnya yang namanya kolektor tetap memandang bahwa batu akik sama-sama sebagai sebuah karya seni yang menarik untuk dikembangkan.(hib/aro)