Anjar Gunadi. (WAHIB PRIBADI/RADAR SEMARANG)
Anjar Gunadi. (WAHIB PRIBADI/RADAR SEMARANG)
Anjar Gunadi. (WAHIB PRIBADI/RADAR SEMARANG)

DEMAK – Tiga tanggul Sungai Tuntang yang berada di daerah Kecamatan Wonosalam mengalami longsor. Yakni, tanggul di Desa Lempuyang, mengalami longsor sepanjang 250 meter. Sebelumnya lokasi ini sudah longsor sepanjang 500 meter dan sudah diperbaiki. Longsor juga terjadi di tanggul Desa Tlogodowo dengan panjang 10 meter dan tanggul di Desa Doreng sepanjang 50 meter. Bronjong yang dipasang untuk menahan longsoran rusak. Selain itu, masih ada satu tanggul di Desa Trimulyo, Kecamatan Guntur yang kritis. Hingga kini, belum ada penanganan dari PSDA dan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juwana.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Demak, Anjar Gunadi mengatakan, untuk mengatasi masalah longsor perlu didatangkan alat berat. “Kalau tidak dengan alat berat ya tidak mungkin wong panjang sekali,” katanya.
Anjar menambahkan, selain di Sungai Tuntang, kini penanganan jebolnya tanggul Sungai Cabean di Dukuh Wangun, Desa Rejosari, Kecamatan Karangawen juga terus dikebut. Kabid Kedaruratan dan Logistik, Mahfudz menambahkan, beberapa tanggul disepanjang Sungai Tuntang yang longsor sudah dilaporkan ke pihak PSDA dan Balai Besar. Namun, belum ada tindaklanjut penanganan.

Sementara ini, BPBD telah membantu 3 ribu karung di Kecamatan Wonosalam dan 5 ribu karung di Kecamatan Guntur. Sementara, untuk tanggul longsor di Desa Pilangwetan, Kecamatan Kebonagung sudah bisa diatasi dengan kerja bakti warga secara swadaya dan dibantu dana desa. Begitupula di tanggul Desa Solowire, Kecamatan Kebonagung juga kerja bakti warga dengan cara dilakukan peninggian tanggul dengan karung. “Sebab, sebelumnya, air sempat limpas,”katanya. (hib/fth)