Sekolah CBT Kesulitan Komputer

Must Read

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden...

Air Semut

Kota ini di tengah Gurun Gobi. Jaraknya empat jam dari kota di baratnya. Juga empat jam dari kota di...

KENDAL – Delapan sekolah percontohan yang bakal disertakan dalam ujian online atau Computer Based Test (CBT) pada UN 2015 ini masih belum siap. Sebab pihak sekolah rata-rata masih bingung untuk menyiapkan perangkat komputer. Padahal sekolah harus menyiapkan komputer minimal 1:3 dari jumlah siswa peserta ujian online. Selain itu, sekolah juga harus menyediakan server jaringan internet dan jumlah kecukupan daya listrik maupun genset untuk mengantisipasi pemadaman listrik saat ujian berlangsung.

Selain persiapan perangkat, sekolah harus membekali guru dan siswa agar siap secara mental untuk mengikuti ujian online dengan online. Yakni dengan mengenalkan dan mengajarkan siswa penggunaan perangkat lunak (software) CBT kepada siswa. Sementara waktu pelaksanaan UN sudah sangat mendesak. Rencananya UN SMA dan SMK dilaksanakan pada April dan SMP di bulan Mei. Tapi delapan sekolah itu, belum menerima pelatihan maupun prosedur operasional standar (POS) Ujinan online.

Kepala Bidang Kurikulum SMP 2 Kendal, Budi Susilo mengatakan, di SMP 2 Kendal baru ada 30 unit komputer. Padahal yang bakal melakukan UN ada sebanyak 211 siswa. “Jika perangkat komputer yang harus disediakan 1:3, maka kami harus menyediakan 70 unit. Jadi masih kurang 40 unit lagi,” katanya, Rabu (4/1).

Untuk masalah kekurangan komputer diakui sampai saat ini belum ada solusi. Justru baru akan dibahas dengan komite sekolah. Hasil rapat nanti baru kemudian dibahas dengan orang tua wali murid. Dengan kata lain, besar kemungkinan kekurangan unit komputer akan dibebankan kepada orang tua siswa untuk membantu sekolah agar ujian online bisa terlaksana. “Ada beberapa alternatif untuk masalah perangkat komputer, yakni beli, pinjam atau memakai laptop siswa,” imbuhnya.

Untuk kesiapan siswa, sudah mulai dilakukan dengan sosialisasi dan akhir Februari. Salah satunya dengan diberikan latihan cara pengenalan dan pelatihan soal dengan sistem CBT. “Kalau latihan soal dengan sistem LJK yg biasa sudah rutin kami laksanakan. Tapi kalau CBT belum,” tambahnya.

Wakil Kepala Sekolah SMP 2 Kendal, Anita Susanti mengatakan, perihal listrik pihaknya mengaku sudah mulai melakukan komunikasi dengan PLN. Yakni agar tidak terjadi pemadaman saat UN berlangsung. “Selama pelaksaan ujian online, daya listrik akan full, sehingga tidak akan ada masalah,” katanya.

Masalah serupa juga dihadapi SMA 1 Kendal. Dari 110 unit komputer yang harus disediakan, sejauh ini baru tersedia 80 unit. Masih kekurangan 30 komputer. Solusinya nanti kemungkinan kami akan pinjam komputer, sehingga tidak membenani siswa. Selain itu juga masih kekurangan dua server komputer dan satu tambahan jaringan internet. “Kalau koneksi internet sudah ada, tinggal menambah jaringan saja sehingga tidak lamban atau sesuai dengan prosedur,”kata Kepala Sekolah SMA 1 Kendal, Sunarto.

Sedangkan Sosialisasi ke anak baru sebatas pemberitahuan, belum tahap pengenalan dan pelatihan. Sekolah sampai saat ini belum menerima petunjuk Pelaksaan dan teknis dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Dasar dan Menengah (Kemendikbud Dasmen) RI. “Kami sekolah hanya bisa menunggu saja petunjuk dan perangkat lunaknya,” tambahnya.

Kepala Dinas Pendidikan Kendal, Muryono mengaku memang butuh banyak kesiapan ekstra bagi sekolah yang bakal mengikuti ujian online. Jika tidak sanggup sekolah bisa mundur. “Jangan sampai kekurangan perangkat komputer ini nantinya membenani orang tua siswa,” katanya.

Ia menghimbau, tidak boleh menarik pungutan dari orang tua siswa. Jika kekurangan komputer, sekolah bisa pinjam komputer dari sekolah lain. Sementara waktu sampai nanti ada bantuan komputer dari Kemendikbud Dasmen. Muryono membeber delapan sekolah piloting yang harus mempersiapkan diri untuk mengerjakan ujian secara online yakni SMP 1 Weleri; SMP 2 Kendal; SMA 1 Kendal; SMA 1 Boja; SMA Pondok Pesantren Selamat. Kemudian SMK 2 Kendal; SMK 3 Kendal dan SMK NU 1 Kendal. Hal baru dari Kemendikbud Dasmen kini juga mengubah nama UN diubah menjadi Evaluasi Nasional (Enas). “Sedangkan CBT dilaksanakan tapi baru secara piloting saja, belum seluruhnya. Sebab butuh kesiapan baik sarana dan prasarana sekolah serta pengajar dan pelajarnya juga harus disiapkan,” tambahnya. (bud/fth)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Latest News

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...

Air Semut

Kota ini di tengah Gurun Gobi. Jaraknya empat jam dari kota di baratnya. Juga empat jam dari kota di timurnya. Kota yang di barat itu,...

Random News

Silat Ditentukan Lewat Selekda

SEMARANG - Pengprov Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Jateng akan menentukan tim Pra PON melalui seleksi daerah (Selekda) yang digelar usai Kejurda Pencak...

Lagi, Bawaslu Minta PNS Netral

SEMARANG - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Jawa Tengah kembali mengimbau kepada seluruh pegawai negeri sipil (PNS) di 21 kabupaten/kota di Jateng yang menggelar pemilihan...

Mendaftar, Data Nasdem Berbeda

TEMANGGUNG–Pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Nasional Demokrat (Nasdem) Kabupaten Temanggung, Jumat (13/10) kemarin, mendaftar ke Komisi Pemilihan Umum (KPU). Komisioner KPU Temanggung Divisi Hukum...

Ratusan Honorer K2 Bermasalah

DEMAK — Ombudsman RI Perwakilan Jateng, kemarin (5/5) melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Kantor Badan Kepegawaian Daerah (BKD). Sidak yang dipimpin langsung oleh Kepala...

More Articles Like This

- Advertisement -