Posisi Tiga Besar PON 2016 Hanya Mimpi

141
BERHARAP PRESTASI: Atlet Tenis Jawa Tengah Arrum Damarsari, dia adalah salah satu harapan Jawa Tengah medali di PON XIX/2016 mendatang di Jawa Barat. (BASKORO S/RADAR SEMARANG)
BERHARAP PRESTASI: Atlet Tenis Jawa Tengah Arrum Damarsari, dia adalah salah satu harapan Jawa Tengah medali di PON XIX/2016 mendatang di Jawa Barat. (BASKORO S/RADAR SEMARANG)
BERHARAP PRESTASI: Atlet Tenis Jawa Tengah Arrum Damarsari, dia adalah salah satu harapan Jawa Tengah medali di PON XIX/2016 mendatang di Jawa Barat. (BASKORO S/RADAR SEMARANG)

Adalah hal yang wajar apabila selama ini prestasi olahraga Jawa Tengah sulit bersaing, terutama dengan provinsi besar lain di Pulau Jawa yakni DKI Jakarta, Jawa Timur dan Jawa Barat. Sebab dari sisi anggaran memang alokasi APBD untuk kepentingan olahraga bagi Jawa Tengah sangat minim, dibandingkan dengan tiga provinsi tersebut. Bahkan anggaran olahraga Jateng masih jauh di bawah provinsi Kalimantan Timur.

BASKORO S/RADAR SEMARANG TALENTA MUDA: Vidya Ayu Irniasa mampu meraih medali emas untuk nomopr Lompat Jauh cabor Atletik pada PON Remaja I lalu di Surabaya. Bila terus diasah kemampuannya, dia diharapkan jadi andalan Jateng di cabor Atletik pada PON mendatang.
BASKORO S/RADAR SEMARANG
TALENTA MUDA: Vidya Ayu Irniasa mampu meraih medali emas untuk nomopr Lompat Jauh cabor Atletik pada PON Remaja I lalu di Surabaya. Bila terus diasah kemampuannya, dia diharapkan jadi andalan Jateng di cabor Atletik pada PON mendatang.

PADA APBD murni Jateng 2015, Jateng hanya memperoleh anggaran Rp 50 miliar. Sekitar 80 persen dari anggaran tersebut, akan digunakan untuk persiapan cabang-cabang olahraga menghadapai babak kualifikasi PON XIX/2016 di Jabar, di mana hampir semua cabor yang dipertandingkan serentak melaksanakan pra PON pada bulan September hingga November tahun ini.

Sangat minim, terutama dibandingkan dengan DKI Jakarta yang mencapai Rp 378 miliar dan Jawa Barat yakni Rp 230 miliar. Kaltim, yang saat ini merupakan provinsi di luar Jawa yang paling intens dengan prestasi olahraga, mengalokasikan anggaran Rp 144 miliar. Sementara Jatim menyiapkan anggaran Rp 136 miliar. Dengan anggaran Rp 50 miliar, KONI Jateng memang harus mengencangkan ikat pinggang. Menghemat hampir semua komponen pengeluaran.

Ketua Umum KONI Jateng Hartono mengatakan, jumlah atlet Jateng yang disiapkan mengikuti Pra PON dari 42 cabang olahraga yang dipelatdakan mencapai 755 atlet dan 100-an pelatih. Anggaran ideal untuk persiapan menuju babak kualifikasi PON adalah Rp 117 miliar. Namun saat ini KONI Jateng hanya memperoleh anggaran Rp 50 miliar di APBD murni 2015. Dengan komposisi anggaran tersebut, maka pihaknya hanya mampu mencukupi kebutuhan pelatda bagi sekitar 616 atlet saja. “Jadi mohon maaf bagi pengprov cabor-cabor, bila KONI Jateng secara anggaran membatasi jumlah atlet pelatda,” tandasnya.

Hartono berharap di APBD perubahan 2015 mendatang, kekurangannya bisa tercukupi. “Tapi nampaknya memang sulit bisa mencapai Rp 117 miliar. Saya perkirakan nanti di anggaran perubahan KONI Jateng akan mendapat tambahan kurang lebih Rp 40 miliar, jadi total kurang lebih Rp 90 miliar, anggaran untuk persiapan menuju PON 2016” ujarnya.

Berbekal anggaran yang tergolong minim, Hartono berharap semangat para atlet dan pelatih tak luntur. Target bertahan di posisi empat besar pada PON XIX 2016 mendatang tetap digelorakan, namun untuk mencapai posisi tiga besar seperti yang menjadi harapan masyarakat Jawa Tengah saat ini diakui Hartono sulit direalisasikan. “Kita akan targetkan tetap di posisi empat besar dan tidak terkejar oleh Kaltim, Sumsel, atau Riau yang selama ini membayang-bayangi Jateng. Itu sudah bagus. Target empat besar, tapi jumlah medali emas kita genjot agar meningkat dibanding perolehan pada PON 2012 lalu. Tapi untuk merangsek ke tiga besar bersaing dengan DKI, Jabar atau Jatim sekarang ini masih sangat sulit,” akunya.

Dipaparkan Hartono, saat ini Pelatda Pra-PON 2015 terdiri dari 616 atlet dan 118 pelatih, dengan target lolos mengikuti PON 2016 di Jabar sebanyak 80 persen atau sekitar 493 atlet. Berbagai upaya telah dilakukan, di antaranya meningkatkan SDM pelatih hingga berupaya menyiapkan konsultan teknik program latihan umum dari luar negeri. Hartono menyebut mereka dari Jerman atau Australia. “Kita juga terus berkoordinasi dengan cabor-cabor, untuk mendorong agar mengontrak tenaga pelatih asing untuk cabang tertentu yang berpotensi mendulang medali emas,” tegasnya.

Ditegaskan Hartono, pihaknya yakin ke depan prestasi olahraga Jateng akan makin bagus. Hal tersebut dibuktikan dengan komitmen Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo yang bertekad membenahi berbagai fasilitas olehraga di Jawa Tengah, termasuk rehab total GOR Jatidiri. “Dengan sarana dan prasarana yang makin representatif, ditambah dukungan DPRD Jateng yang mengalokasikan dana olahraga yang lebih signifikan, saya yakin prestasi olahraga Jateng akan makin baik,” ujarnya. (smu)