Pertamina Cabut Izin Pangkalan

117
DIAWASI: Tidak stabilnya pasokan elpiji 3 kilogram, dimanfaatkan beberapa agen atau pangkalan yang nakal untuk menjual ke pengecer dengan harga di atas HET, bahkan ada yang melakukan pungli. (NURCHAMIM/RADAR SEMARANG)
DIAWASI: Tidak stabilnya pasokan elpiji 3 kilogram, dimanfaatkan beberapa agen atau pangkalan yang nakal untuk menjual ke pengecer dengan harga di atas HET, bahkan ada yang melakukan pungli. (NURCHAMIM/RADAR SEMARANG)
DIAWASI: Tidak stabilnya pasokan elpiji 3 kilogram, dimanfaatkan beberapa agen atau pangkalan yang nakal untuk menjual ke pengecer dengan harga di atas HET, bahkan ada yang melakukan pungli. (NURCHAMIM/RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Pertamina akan mencabut izin pangkalan elpiji resmi jika ketahuan menjual elpiji melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET). Jika ada warga yang mengetahui ada pangkalan elpiji yang ‘bermain’ dan merugikan konsumen, bisa segera melapor. Pelapor harus mencantumkan alamat lengkap pangkalan resmi, nomor identitas dan bukti pembelian.

External Relations Pertamina Jateng-DIY Robert MV Dumatubun mengatakan, untuk elpiji 3 kg, saat ini HET-nya Rp 16 ribu. Dikatakan, pangkalan yang menjual elpiji lebih tinggi bisa langsung meaporkan ke Pemda, Dinas Energi Sumber Daya dan Mineral (ESDM), Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag), atau langsung ke Pertamina. “Izin pangkalan tersebut akan langsung dicabut,” tegasnya.

Diakui Robert, masih banyak pangkalan yang nakal. Termasuk pangkalan-pangkalan yang meminta komisi Rp 750 per tabung agar pengecer kebagian distribusi. “Cara nakal ini sebenarnya juga bisa dilaporkan agar tidak ada lagi praktik pungli yang merugikan masyarakat,” tutur Robert.

Pengecer, lanjut Robert, sebenarnya juga tidak boleh menjual gas 3 kg atau gas melon dengan harga seenaknya. Di beberapa daerah, sudah ditemukan beberapa pengecer yang membanderol hingga di atas Rp 20 ribu. “Normalnya, ya di angka Rp 18 ribu. Tapi karena pengecer tidak termasuk dalam jalur distribusi Pertamina, jadi kami tidak bisa memberi peringatan,” ungkapnya.

Robert mengimbau agar konsumen bisa membeli gas melon langsung ke pangkalan jika pengecer di dekat tempat tinggal yang mematok harga tidak wajar. “Warga memang menjadi pengawas paling efektif dalam distribusi ini. Jadi kami berharap masyarakat turut pro aktif. Berani melaporkan apapun yang merugikan. Identitas pelapor akan disembunyikan,” ujarnya. (mg16/smu)