SALATIGA – Pemkot Salatiga hingga kini belum menerima jadwal penyaluran beras miskin (raskin). Akibatnya, raskin belum bisa disalurkan kepada rumah tangga sasaran penerima manfaat (RTS PM). Imbasnya, hingga kini pemkot belum menyalurkan bantuan beras untuk rakyat miskin periode Januari.

“Jadi sebelum ada jadwal penyaluran, program raskin belum bisa dilaksanakan. Kami masih menunggu perintah dan jadwal penyaluran. Biasanya raskin mulai disalurkan pada pertengahan Februari,” papar Kabag Humas Setda Kota Salatiga Adi Setiarso.

Dia menjelaskan, jumlah RTS PM raskin pada 2015 untuk Kota Salatiga sama dengan tahun sebelumnya atau tidak berubah. Jumlahnya sebanyak 6.440 kepala keluarga (KK). Adapun pembagian berasnya sebanyak 96,6 ton per bulan. Setiap KK penerima mendapatkan jatah 15 kg per bulan. Sedangkan harga raskin tetap senilai Rp1.600 per kg.

Dijelaskan Adi, pagu raskin kabupaten dan kota ditentukan Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TN2PK) berdasarkan data program pendapatan perlindungan sosial (PPLS) yang disusun Badan Pusat Statistik (BPS) pada 2011 lalu. Pemerintah daerah hanya menerima jatah dan melaksanakan program sesuai petunjuk pelaksana (juklak) dan petunjuk teknis (juknis) dari pusat.

“Kewenangan penetapan pagu dan alokasi raskin setiap kabupaten dan kota berada di TN2PK. Namun jika ada warga yang benar-benar miskin tidak lagi mendapat jatah raskin, kami akan berupaya memperjuangkannya agar bisa mendapat jatah,” ujar Adi.

Dia menandaskan, Pemkot Salatiga berusaha mengakomodasi warga miskin yang belum masuk daftar penerima program pengentasan kemiskinan pemerintah pusat, termasuk raskin. Mereka akan dimasukkan dalam program pengentasan kemiskinan lainnya.

Sementara itu, sejumlah warga penerima raskin meminta kepada pemerintah untuk menambah kuota raskin. Sebab, masih ada warga miskin yang tidak mendapat jatah. Agar tidak terjadi kecemburuan sosial, akhirnya raskin dibagi rata. Biasanya warga memilih membagi rata. Satu sak karung dibagi untuk warga miskin meski tidak semua terdaftar. (sas/aro)