Pembantai Kirni Dituntut 8 Tahun

130

MUNGKID—Jaksa Penuntut Umum (JPU) Fitri Rachmawati kemarin menuntut pembantai buruh rajang tembakau dengan tuntutan 8 tahun enam bulan penjara di Pengadilan Negeri Mungkid. Terdakwa bernama Slamet Trisno alias Gotris, 20.

Gotris adalah warga Ngargosuko, Kecamatan Kaliangkrik, Kabupaten Magelang. Ia tega membunuh rekan kerjanya—sesama perajang tembakau—bernama Kirni, 25. Korban merupakan tetangga terdakwa.

Pembunuhan terjadi di tempat kerja korban dan terdakwa di Desa Candiretno, Kecamatan Secang, pada 18 September 2014 silam. JPU Fitri membeber, terdakwa melanggar pasal 338 KUHP. Yaitu, terbukti secara sah melakukan tindak pidana pembunuhan.

Hakim Ketua Ali Sobrin menyebut, faktor yang memberatkan hukuman akibat perbuatan terdakwa menyebabkan korban meninggal. Sedangkan yang meringankan, terdakwa menyesali perbuatannya, menyerahkan diri ke polisi, sopan, dan belum pernah dihukum.

JPU Fitri membeber, penganiayaan yang mengakibatkan korban meninggal, lantaran terdakwa tidak terima atas tuduhan korban. Ketika itu, korban menuding terdakwa telah mencuri tembakau di gudang tempat mereka kerja.

Sebelum peristiwa pembunuhan, terdakwa berusaha mengklarifikasi tudingan pencurian tembakau tersebut kepada korban. Saat ditanya, respons Kirin justru tak menyenangkan. Akibatnya, emosi terdakwa terpantik.

“Tidak ada yang curiga, karena tidak ada bukti,” begitu tanggapan Kirin seperti ditirukan JPU Fitri. Jawaban korban menyulut amarah terdakwa. Spontan, terdakwa mengambil congkong. Yaitu benda tajam. Oleh terdakwa, congkom ditusukkan ke tubuh Kirni. Awalnya di bagian perut, punggung, dan bagian tubuh lainnya, secara bertubi-tubi.

Tikaman membabi buta terdakwa, mengakibatkan korban tersungkur dengan tubuh bersimbah darah. Korban pun tewas di tempat kejadian perkara. Korban meninggal akibat luka tusuk di bagian dada dan punggung yang menembus dan merusak paru-paru, hati dan jantung, sehingga korban mati lemas. (jpnn/isk)