Panjat Tebing Putri Didominasi Wajah Baru

170
LUMBUNG EMAS: Panjat tebing Jateng mampu merebut juara umum di PON 2012 lalu di Riau, dan berusaha keras mempertahankan prestasi tersebut di PON 2016. Saat ini FPTI Jateng sedang menyiapkan pelatda intensif. (BASKORO S/RADAR SEMARANG)
LUMBUNG EMAS: Panjat tebing Jateng mampu merebut juara umum di PON 2012 lalu di Riau, dan berusaha keras mempertahankan prestasi tersebut di PON 2016. Saat ini FPTI Jateng sedang menyiapkan pelatda intensif. (BASKORO S/RADAR SEMARANG)
LUMBUNG EMAS: Panjat tebing Jateng mampu merebut juara umum di PON 2012 lalu di Riau, dan berusaha keras mempertahankan prestasi tersebut di PON 2016. Saat ini FPTI Jateng sedang menyiapkan pelatda intensif. (BASKORO S/RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Pemprov Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Jateng telah menetapkan 20 nama atlet yang masuk dalam pelatda panjat tebing yang diproyeksikan menghadapi babak kualifikasi dan PON XIX/2016 di Jabar. Ke- 20 nama tersebut terdiri dari 10 pemanjat putra dan 10 pemanjat putri. Hanya saja Ketua Umum FPTI Jateng Iik Suryati Azizah mengatakan, empat nama diantaranya merupakan atlet berstatus sebagai sparing partner.

“Jadi kuota yang kami dapatkan untuk Pelatda berjumlah 16 atlet, jadi empat diantaranya bersifat sparring parner. Saat ini Pelatda sudah mulai berjalan terutama yang terdekat untuk menghadapi Pra PON Juni 2015 mendatang,” kata Iik.

Dari 20 nama atlet tersebut beberapa merupakan nama baru. Terutama di kelompok putrid sudah tidak ada lagi beberapa nama pemanjat yang turun di PON Riau 2012 lalu seperti Harini kemudian di putra juga sudah tidak ada nama Toni Mamiri. “Untuk kelompok putri mayoritas memang nama-nama baru, karena atlet-atletr kami banyak yang berhalangan baik karena sudah berkeluarga, alasan pekerjaan maupun alasan lain. Tapii tidak masalah mereka adalah bibit-bibit baru yang secara kualitas tidak kalah dengan yang lama,” terang Iik.

Sementara untuk Toni Mamiri, Iik dihubungi kemarin mengatakan, pemanjat yang berhasil menyumbang medali perunggu di PON Riau 2012 itu juga sudah tidak masuk dalam daftar atlet Jateng di Pelatda kali ini. “Tni sebenarnya kami panggil namun yang bersangkutan tidak datang dalam Pelatda. Ya memang saat ini statusnya masih dalam pengajuan perpindahan karena yang bersangkutan berkeinginan untuk tampil bersama Jabar,” katanya.

Sementara di babak kualifikasi yang akan dibagi menjadi tiga zona mendatyang, Jateng akan berada di zona maut yaitu zona tiga bersama lima kontestan lainnya yaitu Jatim, DKI Jakarta, Kaltim, Bali dan tuan rumah Jabar. “Memang ibaratnya kami berada di zona neraka bersama pesaing-pesaing yang selama ini menjadi pesaing terberat kami. Tapi tidak masalah dengan persiapan yang matang kami optimistis bisa meraih hasil yang terbaik,” bebernya.

Di PON Jabar 2016 mendatang Jateng memang mengemban beban berat dimana mereka dituntut untuk bisa mempertahankan gelar juara umum cabor panjat tebing seperti yang berhasil mereka sabet di PON Riau 2012 lalu.

Total di ajang multievent empat tahunan Riau kemarin, Jateng berhasil meraih enam emas, tiga perak dan satu perunggu,”Yang pasti mempertahankan akan lebih berat apalagi daerah lain juga sudah mulai mempersiapkan diri,” pungkas Iik. (bas/smu)