Minim Anggaran, Pembangunan Terminal Tersendat

227
MANGKRAK : Terminal Demak yang baru masih terkatung-katung akibat kurang dana. (WAHIB PRIBADI/RADAR SEMARANG)
MANGKRAK : Terminal Demak yang baru masih terkatung-katung akibat kurang dana. (WAHIB PRIBADI/RADAR SEMARANG)
MANGKRAK : Terminal Demak yang baru masih terkatung-katung akibat kurang dana. (WAHIB PRIBADI/RADAR SEMARANG)

DEMAK – Pembangunan terminal Demak hingga kini masih terkatung-katung dan belum ada kejelasan. Ini terjadi akibat keterbatasan dana yang ada. Sedianya, Pemkab Demak telah menganggarkan dana sebesar Rp 4,5 miliar. Tapi dalam perkembangannya dipangkas menjadi Rp 1 miliar.

Akibatnya, upaya pembangunan terminal tidak bisa dilaksanakan secara maksimal sesuai tahapan yang direncanakan semula. Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Demak, Agus Nugroho LP mengatakan, dana Rp 1 miliar diantaranya akan digunakan untuk pengurukan lahan terminal. Selain itu, untuk Detail Engineering Design (DED) dan pengawas kegiatan. “Dana yang ada memang minim, jadi pembangunan tidak maksimal,” katanya.

Menurutnya, upaya pembangunan sempat terhenti karena ada moratorium dari pemerintah pusat sejak 2012 lalu. Yang pada intinya untuk sementara belum boleh membangun terminal karena khawatir mangkrak. Terminal Demak pun terkena imbas moratorium tersebut. “Terminal Demak luasnya mencapai 5,1 hektare. Ini terminal tipe A. Jadi, bus antar provinsi bisa masuk ke terminal ini,” imbuhnya.

Terminal baru di tepi jalan lingkar selatan Kota Demak tersebut dibutuhkan karena terminal lama di dalam kota sudah tidak layak. Apalagi, terminal lama itu disebut-sebut menempati lahan PT KAI. Karena itu, perlu terminal baru di wilayah Desa Jogoloyo, Kecamatan Wonosalan tersebut. (hib/fth)