DILELANG: Pedagang Pasar Kuliner Suroboyo di Ambarawa akan dilakukan penataan untuk menempati kios yang disediakan. Rencananya, Pemkab Semarang akan menerapkan sistem lelang. (PRISTYONO HARTANTO/RADAR SEMARANG)
DILELANG: Pedagang Pasar Kuliner Suroboyo di Ambarawa akan dilakukan penataan untuk menempati kios yang disediakan. Rencananya, Pemkab Semarang akan menerapkan sistem lelang. (PRISTYONO HARTANTO/RADAR SEMARANG)
DILELANG: Pedagang Pasar Kuliner Suroboyo di Ambarawa akan dilakukan penataan untuk menempati kios yang disediakan. Rencananya, Pemkab Semarang akan menerapkan sistem lelang. (PRISTYONO HARTANTO/RADAR SEMARANG)

UNGARAN- Pemerintah Kabupaten Semarang diminta memprioritaskan warga Ambarawa dan sekitarnya untuk dapat berjualan di Pasar Kuliner Suroboyo di Jalan Jenderal Sudirman, Ambarawa. Sebab, keberadaan pasar tersebut berada di Ambarawa, sehingga diharapkan dapat meramaikan kota tersebut serta meningkatkan perekonomian warga.

Sebelumnya, lokasi tersebut adalah pasar tradisional Suroboyo. Oleh Pemkab Semarang, pasar itu dibangun menjadi pasar kuliner dan pedagangnya dipindahkan di Pasar Warung Lanang Ambarawa. Saat ini, belum jelas siapa yang akan menempati pasar tersebut, karena rencananya bakal dilelang.

“Selama ini jika malam hari, Ambarawa sepi. Pasar Kuliner Suroboyo adalah terobosan baru dengan menjadikan pasar kuliner. Harapannya agar Ambarawa lebih dinamis dan ramai, serta perekonomian masyarakatnya meningkat,” tutur anggota Komisi B DPRD Kabupaten Semarang, The Hok Hiong, Rabu (4/2).

The Hok menambahkan, saat ini pasar tersebut belum dibuka, dan belum tahu rencananya seperti apa untuk penempatan pedagangnya. The Hok meminta Pemkab Semarang segera membahas pola pengelolaan pasar kuliner tersebut. Apakah nantinya akan dibagikan dengan model lelang atau disewakan. Selain itu, The Hok meminta agar warga Ambarawa dan sekitarnya yang membuka usaha kuliter diprioritaskan untuk menempati pasar tersebut.

“Yang harus diakomodasi adalah pengusaha kuliner di sekitar pasar tersebut. Semestinya dalam waktu dekat ini harus segera dibahas bagaimana aturannya menempatkan pedagangnya dengan cara apa, ataukah sistemnya dilelang atau sewa. Kalau mau dibuat peraturan bupati ya segera dibuat. Mestinya juga harus koordinasi dengan Komisi B DPRD. Sehingga pengelolaan pasar kuliner menjadi baik,” kata The Hok.

Salah seorang warga Ambarawa, Budiono Sarjono, 40, mengatakan, penempatan pedagang kuliner di Pasar Suroboyo tersebut semestinya diproritaskan bagi warga Ambarawa dan sekitarnya yang selama ini berjualan kuliner. Sebab, pasar tersebut berada di Ambarawa, sehingga dapat meningkatkan pendapatan warga sekitar. Jika pasar tersebut dilelang dan dikuasai pemodal besar dari luar Ambarawa, dikhawatirkan hanya dimanfaatkan spekulan yang hanya akan menjualbelikan kios.

“Semestinya lelang diprioritaskan untuk warga di Kecamatan Ambarawa dan sekitar dulu, jika warga sini sudah tidak ada yang minat baru ditawarkan kepada yang lain,” sarannya.

Kepala Dinas Koperasi UMKM Perindustrian dan Perdagangan, M. Nasir yang membidangi pasar hingga sore kemarin belum bisa dihubungi untuk dikonfirmasi terkait penataan pasar Kuliner Suroboyo. (tyo/aro)