OTAK KEJAHATAN: Agus Supriyanto diduga menjadi otak kasus penyekapan dan pencabulan terhadap anak bawah umur sedang diinterogasi. (SUMALI IBNU CHAMID/RADAR KEDU)
OTAK KEJAHATAN: Agus Supriyanto diduga menjadi otak kasus penyekapan dan pencabulan terhadap anak bawah umur sedang diinterogasi. (SUMALI IBNU CHAMID/RADAR KEDU)
OTAK KEJAHATAN: Agus Supriyanto diduga menjadi otak kasus penyekapan dan pencabulan terhadap anak bawah umur sedang diinterogasi. (SUMALI IBNU CHAMID/RADAR KEDU)

WONOSOBO–Setelah diburu selama 4 bulan, petugas Satuan Reskrim Polres Wonosobo berhasil membekuk Agus Supriyanto, 21. Ia diduga menjadi otak kasus penyekapan terhadap gadis di bawah umur, sebut saja Bunga, 15, pada Oktober 2014 lalu, di wilayah Kecamatan Kalikajar.

Buron berhasil ditangkap dalam pelarian di wilayah Kabupaten Purworejo. Agus Supriyanto tercatat warga Dusun Nuwok, Desa Bowongso, Kecamatan Kalikajar. Ia diduga kuat menjadi otak penyekapan, sekaligus pencabulan terhadap Bunga.

Kasus ini melibatkan 4 tersangka remaja tanggung lainnya. Yaitu, AZ,17; AS ,15; MT, 14; dan AR, 18. Dengan tertangkapnya Agus, maka sudah empat pelaku yang berhasil diringkus. Satu orang berinisial AR, masih diburu.

Kasat Reskrim AKP Suharjono mewakili Kapolres Wonosobo AKBP Agus Pujianto menuturkan, penangkapan Agus setelah pihaknya intens mengembangkan kasus tersebut. Hasilnya, kemarin (4/2), pelaku berhasil diringkus di sebuah rumah kos di wilayah Purworejo. “Sejak kasus itu, pelaku menghilang melarikan diri,” kata Suharjono.

Suharjono mengatakan, berdasarkan alat bukti keterangan saksi dan korban, Agus merupakan otak kasus penyekapan dan pencabulan.
Pada 28-30 Oktober 2014, Agus diketahui menjemput korban di dekat RS PKU Muhammadiyah Kertek. Dengan sepeda motor, ia membawa korban ke rumah AZ. “Tersangka melakukan pencabulan sampai tiga kali.”

Setelah kasus ini terendus, beber Suharjono, tersangka menghilang. Polisi terus mengejar. “Kami memburu cukup lama, karena korban berpindah-pindah tempat,” katanya.

Bagaimana dengan pelaku yang belum tertangkap? Kasat Reskrim menegaskan, pihaknya akan berusaha keras. “Keberadaannya sudah mulai menunjukkan titik terang. Semoga segera kita tangkap.”

Saat gelar perkara kemarin, Agus mengatakan, pasca-kejadian, ia bersama AR kabur ke Banjarnegara. Setelah itu, kabur ke Jakarta. Setelah tinggal dan bekerja di Jakarta, awal 2015, ia pulang dan bekerja di sebuah konter HP di terminal bus Purworejo. “Saya tidak berani pulang ke Wonosobo, karena takut ditangkap,” tuturnya.
Saat ditanya alasannya menyekap dan menyetubuhi korban, pelaku menjawab karena sudah lama tidak berhubungan intim. Ia sudah bercerai dengan istrinya pada September 2014.

Kepala Sub-Bagian Humas Polres Wonosobo AKP M Taat Resdianto mengatakan, dengan tertangkapnya otak pelaku pencabulan, membuktikan bahwa Polri—dalam hal ini Polres Wonosobo— berkomitmen kuat untuk menyelesaikan setiap kasus kriminal yang ditangani. Terlebih, berkaitan dengan kejahatan kemanusiaan. “Setelah melakukan analisa kasus, menjadi keprihatinan kita bersama sehingga kejadian ini dapat terjadi.”

Taat mengatakan, tiga pelaku yang ditangkap sebelumnya, mengaku terinspirasi video porno. Sedangkan pelaku Agus ternyata menikah pada usia sangat dini, 18 tahun. Pernikahannya hanya bertahan 3 tahun.

“Pada usia ini, anak-anak umumnya belum mempunyai kematangan emosional maupun tanggung jawab yang baik, ini menjadi penting bagi orang tua,” jelasnya. (ali/isk)