SEMARANG – Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Jateng minta Presiden Jokowi Widodo (Jokowi) segera membentuk badan pertembakauan nasional. Badan ini diharapkan bisa melindungi kepentingan petani tembakau.

Ketua APTI Jateng, Triono, mengatakan, dengan adanya badan pertembakauan nasional, APTI berharap harga tembakau bisa lebih tinggi. Tidak lagi dipermainkan oleh pabrikan. ”Dengan adanya itu, jelas bisa menstandarkan harga tembakau di pasaran. Selain itu untuk menciptakan sistem kemitraan yang seimbang antara pabrikan dengan petani tembakau,” katanya.

APTI berharap, pemerintahan memperlakukan industri hasil tembakau secara objektif dan bijaksana, seperti pemerintahan sebelumnya yang konsisten menolak aksesi Framework Convention on Tobacco Control. Mereka berharap, komoditas tembakau bisa dipertahankan sebagai komoditas strategis perkebunan dan industri tembakau sebagai industri prioritas nasional tetap menjalankan roadmap industri tembakau yang telah disepakati berlaku hingga 2025.

”Mengingat penerimaan dari cukai rokok untuk negara yang cukup besar, yaitu mencapai Rp 103,6 triliun pada 2013. Tembakau ini merupakan komoditas pertanian yang sudah turun-temurun dibudidayakan dan memiliki nilai ekonomi yang tinggi,” ujarnya.

Pemerintah selama ini dinilai masih belum bisa memberikan solusi ekonomi yang cukup efektif seandainya konversi tanaman tembakau diterapkan. Di Jateng misalnya terdapat 23 daerah penghasil tembakau. Dari jumlah itu, enam daerah merupakan penghasil tembakau terbesar, yakni Temanggung, Demak, Grobogan, Klaten, Boyolali dan Magelang.

”Kebijakan pemerintah yang mencoba untuk mengurangi lahan pertanian tembakau sejak 2011 hingga sekarang luasan lahan tembakau terus menyusut dan produksinya juga terus menurun,” katanya

Pada 2011, luas lahan tembakau mencapai 45.930 hektare dengan hasil produksi mencapai 39.000 ton lebih. Pada 2012, luasan turun menjadi 43.000 hektare dengan hasil produksi 30.078 ton, dan pada 2013 luasan kembali berkurang menjadi 41.800 hektare dengan hasil produksi hanya 27.847 ton.

Triono terpilih sebagai Ketua APTI Jateng dalam Musyawarah Daerah (Musda) APTI Jateng yang diikuti oleh 15 DPC APTI dari 17 DPC APTI yang ada di Jateng. Ia terpilih menjadi ketua periode 2015-2020. (fth/aro/ce1)