TIDAK KAPOK : Petugas Pores Demak mengamankan pak ogah dalam razia premanisme kemarin. (WAHIB PRIBADI/RADAR SEMARANG)
TIDAK KAPOK : Petugas Pores Demak mengamankan pak ogah dalam razia premanisme kemarin. (WAHIB PRIBADI/RADAR SEMARANG)
TIDAK KAPOK : Petugas Pores Demak mengamankan pak ogah dalam razia premanisme kemarin. (WAHIB PRIBADI/RADAR SEMARANG)

DEMAK – Jajaran Polres Demak terus menggalakan operasi terhadap premanisme dan penyakit masyarakat di Kabupaten Demak. Kemarin, aparat berhasil menjaring enam preman yang biasa berkeliaran di sekitar pasar dan sejumlah tempat lainnya. Kapolres Demak, AKBP Raden Setijo Nugroho melalui Kasubag Humas AKP Zamroni mengatakan, operasi preman terus digalakan untuk kenyamanan masyarakat di Demak.

Selain itu target lainnya para gelandangan, para penjual buku di sekitar masjid yang sering memaksa pengunjung untuk membelinya serta para pengemis yang meresahkan pengunjung serta parkir liar. “Razia ini dilakukan agar Kota Demak terbebas dari aksi premanisme. Mereka yang tertangkap karena keberadaannya sudah kerap meresahkan masyarakat,” katanya.

Mereka yang tertangkap dalam operasi itu langsung dibawa ke Polres Demak untuk didata dan diberikan bimbingan. Mereka juga diberikan teguran agar tidak lagi melakukan pemaksaan terhadap pengunjung untuk membeli buku, memberi uang dan meresahkan pengunjung. Dalam operasi yang dipimpin oleh Kasubag Humas AKP Zamroni dan KBO Shabara Iptu Margiyanto ini juga menjaring pak ogah ( jasa penyeberang kendaraan ) di sepanjang jalan Sayung sampai Polres Demak.

Petugas berhasil menjaring 5 orang pak ogah. “Mereka dibina agar tidak memaksa penyeberang jalan untuk memberikan uang. Juga dibina bagaimana cara memberhentikan kendaraan agar penyeberang bisa lewat dengan aman,” tambahnya. (hib/fth)