WONOSOBO—Angka kehilangan air Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Aji Wonosobo masih sangat tinggi. Hingga 2015, masih mencapai 35 persen dari jumlah air yang dikelola. Ditargetkan, hingga empat tahun ke depan, PDAM mampu menekan angka kehilangan air sebesar 15 persen.
“Kami menargetkan empat tahun ke depan, angka kehilangan air berada pada angka 20 persen atau mampu menekan sebesar 15 persen,” kata Direktur Utama PDAM Wonosobo Retnoningsih kemarin di sela perayaan HUT ke-39 PDAM.
Retnoningsih mengatakan, jajaran direksi berkomitmen, dalam empat tahun ke depan, tingkat kebocoran bisa ditekan hingga ke angka 20 persen, dari 35 persen pada akhir 2014. Penurunan sebesar 15 persen, dianggap logis, mengingat langkah yang dilakukan perusahaan melalui tahapan-tahapan selama empat tahun. “Untuk menekan angka kehilangan air di tingkat distribusi ke pelanggan tak bisa serta merta,” ujarnya.
Strategi menurunkan angka kehilangan air, beber Retno, ada empat tahap. Yakni, pertama, mengurangi kebocoran sebesar 2,21 persen. Tahun kedua, kebocoran air ditarget bisa ditekan sebesar 6,31 persen. Sedangkan tahun berikutnya, ketiga dan keempat, pengurangan diharapkan bisa mencapai 3,65 persen dan 3,13 persen. Caranya, dengan strategi tepat. Yaitu: akurasi data, analisis tepat, tindakan cepat, dan teknologi memadai. “Kami yakin, target pengurangan kebocoran air dapat dicapai. Kami juga membentuk satuan tugas penanggulangan kebocoran air,” katanya.
Komitmen jajaran Direksi PDAM Tirta Aji untuk secara bertahap mengurangi tingkat kebocoran air tersebut mendapat apresiasi positif dari Bupati Wonosobo, HA Kholiq Arif. Upaya mengurangi kebocoran air, menurut Bupati memang sangat mendesak untuk dilakukan.
“Hal itu, selain demi mengoptimalkan pendapatan perusahaan, juga tercapainya pemerataan debit air di rumah pelanggan,”katanya.
Bupati Kholiq Arif menyampaikan, dengan semakin berkurangnya jumlah air yang hilang, maka PDAM akan jauh semakin efisien dalam pengeluaran biaya operasional. Sehingga berimbas positif bagi kinerja keuangan. “Dampak dari meningkatnya pendapatan perusahaan, juga akan membawa efek positif bagi peningkatan pendapatan pegawai.”
Ke depan, Bupati Kholiq berharap, PDAM Tirta Aji semakin rajin menanam. Hal itu demi terjaganya ekosistem dan ketersediaan mata air di Kabupaten Wonosobo. Tak hanya menggunakan air. Namun demi kelestarian lingkungan, PDAM bersama para pelanggan harus merawat lingkungan.
“Kelestarian lingkungan menjadi sumber kehidupan. termasuk pola penggunaan air oleh pelanggan harus hemat, sehingga keberlanjutan kebutuhan air bersih terus tercukupi,” katanya. (ali/isk)