LUDES: Dua rumah milik Mujadi dan Rohmadi, Warga Karang Tengah, Kaliwungu dilalap si jago merah, kemarin. (BUDI SETYAWAN/RADAR SEMARANG)
LUDES: Dua rumah milik Mujadi dan Rohmadi, Warga Karang Tengah, Kaliwungu dilalap si jago merah, kemarin. (BUDI SETYAWAN/RADAR SEMARANG)
LUDES: Dua rumah milik Mujadi dan Rohmadi, Warga Karang Tengah, Kaliwungu dilalap si jago merah, kemarin. (BUDI SETYAWAN/RADAR SEMARANG)

KENDAL – Tiga rumah milik warga Karang Tengah Rt 02 Rw 01 Kecamatan Kaliwungu Kendal dilalap si jago merah. Dua rumah diantaranya ludes akibat kebakaran yang diduga disebabkan korsleting listrik. Tidak ada korban jiwa, tapi kerugian diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah lebih. Dua rumah yang ludes yakni milik Mujadi, 50 dan Nahrowi, 55. Sedangkan satu rumah lainnya milik Eva Sulistyowati, 35 hanya terbakar bagian dapur. Ketiganya adalah warga Karang Tengah Rt 02 Rw 01 Kecamatan Kaliwungu Kendal.

Informasi yang berhasil dihimpun, api diduga berasal dari rumah rumah Mujadi yang ditinggal sedang kerja sekitar pukul 10.30. “Saya tidak tahu persis penyebabnya, tiba-tiba warga melihat kumpulan asap dari rumah Mujadi. Dan dalam waktu hitungan menit api membesar karena bagian atap rumah semua terbuat dari kayu,” kata seorang saksi Sri Mulyati, 40, warga setempat.

Mendapati itu, ia dan warga bergotong royong membantu pemilik rumah menyelamatkan barang dan berusaha memadamkan api dengan peralatan seadanya. “Yang diselamatkan warga hanya TV dan pakaian yang berada diruang tamu. Selebihnya semua terbakar karena api begitu cepat membesar,” imbuhnya.

Wachidah, istri Nahrowi mengatakan saat kebakaran dirinya berada di ruang depan rumah. Sementara Nahrowi suaminya yang sakit sedang nonton TV di kamar. Tiba-tiba listrik padam, lalu ia dipanggil oleh suaminya untuk mengecek lampu di belakang. “Saat hendak mengecek aliran listrik, saya melihat kobaran api dari rumah Mujadi yang sudah mulai merembet ke rumah saya. Lalu saya teriak sambil lari untuk meminta pertolongan,” kata Wachidah.

Wachidah mengaku, belum tahu pasti jumlah kerugian akibat kebakaran. Namun sejumlah uang, perhiasan, dan surat-surat dan dokuen berharga, dipastikan juga ikut terbakar. “Saya bingung setelah ini mau tinggal di mana. Ini satu-satunya rumah kami,” katanya sambil terisak menangis.

Api baru bisa dipadamkan satu jam kemudian, setelah tiga mobil kebakaran datang ke lokasi. Karena letak rumah yang satu dengan lainnya berhimpitan, warga akhirnya merobohkan rumah Nahrowi agar bagian belakang agar api tidak merembet ke mana-mana. Mujadi mengaku saat kejadian ia sedang bekerja sebagai buruh pabrik. Sedangkan istrinya bekerja sebagai buruh serabutan. Sementara anak-anaknya masih sekolah. “Saya tahu setelah dikabari oleh warga jika rumah saya terbakar, sampai dirumah rumah saya sudah ludes terbakar,” akunya.

Usai api dipadamkan, petugas kepolisian dari Polsek Kaliwungu langsung memang police line di lokasi kejadian. Pihak Polres Kendal masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terhadap penyebab terjadinya kebakaran. Sejumlah saksi turut dimintai keterangan. (bud/fth)