SEGERA DIPERBAIKI: Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi saat meninjau rumah Suleno, warga RT 1 RW 09 Kelurahan Candi, yang terkena angin putting beliung, beberapa waktu lalu. (Humas for Rase)
SEGERA DIPERBAIKI: Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi saat meninjau rumah Suleno, warga RT 1 RW 09 Kelurahan Candi, yang terkena angin putting beliung, beberapa waktu lalu. (Humas for Rase)
SEGERA DIPERBAIKI: Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi saat meninjau rumah Suleno, warga RT 1 RW 09 Kelurahan Candi, yang terkena angin putting beliung, beberapa waktu lalu. (Humas for Rase)

CANDI – Masyarakat Kota Semarang diminta mempersiapkan diri dengan terus mengasah keterampilan dan mengembangkan potensi lokal untuk menghadapi MEA (Masyarakat Ekonomi Asean).

Mulai tahun ini Kota Semarang menjadi primadona investor luar negeri yang tergabung dalam MEA, dalam mendistribusikan produk-produk jasa dan barang khasnya. Sehingga masyarakat diminta persiapkan dengan keterampilan diri, pengembangan potensi lokal dan kekompakan sebagai bangsa yang berketahanan. ”Dengan cara meningkatkan kedaulatan pangan, kedaulatan budaya dan kedaulatan politik. Dan jangan lupa untuk selalu berkoordinasi dengan pihak Pemkot Semarang bila terjadi permasalahan yang tidak bisa dipecahkan. Karena kami bisa membantu mengurai permasalahan tersebut,” ujar Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi saat menggelar dialog bersama warga Kelurahan Candi, usai kegiatan jalan sehat, Selasa (3/2) pagi.

Dalam dialog interaktif tersebut, banyak hal dan permasalahan yang mencuat. Seperti masih adanya sejumlah warga yang belum terdata dalam BPS (Badan Pusat Statistik) hingga masih adanya kendala saat mendaftar BPJS (Badan Pelayanan Jaminan Sosial). Terkait masalah tersebut, Hendi, sapaan akrab wali kota, meminta agar pihak kelurahan bisa membantu dengan cara jemput bola pendaftaran. ”Atau dengan cara kolektif pendaftaran yang dikoordinasi RT/RW setempat. Kemudian nantinya diserahkan ke kelurahan agar diteruskan ke BPJS,” jelas wali kota.

Dalam kesempatan itu pula wali kota juga melakukan peninjauan ke warga Candi yang menjadi korban bencana angin puting beliung beberapa waktu lalu. Rumah yang dihuni oleh Suleno warga RT 1 RW 09 mendapat bantuan dari walli kota, selain itu dirinya berpesan kepada camat agar segera mengajukan bantuan bedah rumah ke DTKP (Dinas Tata Kota dan Perumahan). ”Saya minta segera action kepada Pak camat ke DTKP dalam minggu ini sudah terealisir sehingga rumah ini layak dihuni,” tandasnya. (zal/ce1)