TAK JERA: Para pelanggar aturan, mulai dari PKL, penarik becak, hingga PGOT, diamankan petugas Satpol PP Linmas Kota Semarang, dalam razia kemarin. (M. HARIYANTO/Radar Semarang)
TAK JERA: Para pelanggar aturan, mulai dari PKL, penarik becak, hingga PGOT, diamankan petugas Satpol PP Linmas Kota Semarang, dalam razia kemarin. (M. HARIYANTO/Radar Semarang)
TAK JERA: Para pelanggar aturan, mulai dari PKL, penarik becak, hingga PGOT, diamankan petugas Satpol PP Linmas Kota Semarang, dalam razia kemarin. (M. HARIYANTO/Radar Semarang)

SEMARANG – Penertiban pedagang kaki lima (PKL) dan penarik becak yang melanggar aturan oleh Satpol PP dan Linmas Kota Semarang, rupanya tidak membuat para pelanggar jera. Kondisi tertib hanya berlangsung saat razia masih berjalan, setelah petugas pergi, mereka kembali lagi beroperasi.

Kemarin (3/2), petugas Satpol PP dan Linmas kembali melakukan razia di sejumlah titik jalan protokol. Hasilnya, ada sekitar enam becak dan gerobak PKl diamankan, karena beroperasi di atas trotoar.

Dari pantauan Radar Semarang di lapangan, becak dan gerobak PKL diamankan dari trotoar Jalan Pemuda, tepatnya di depan mal Paragon dan Jalan Gajahmada. Selain dua jalur tersebut, penyisiran juga dilakukan di Jalan Pandanaran. Di jawasab tersebut petugas juga mengamankan gerobak PKL yang berada di atas trotoar. Petugas juga menyasar, Pengemis Gelandangan dan Orang Tua Telantar (PGOT) yang berada di jalan protokol. Mereka diangkut menggunakan truk dan dibawa ke Mako Satpol PP.

Kepala Satpol PP Kota Semarang, Endro P Martanto mengakui razia yang digelar selama ini belum bisa membuat jera para pelanggar. Menurutnya, hal tersebut lantaran sanksi yang tertuang dalam perda belum bersifat tegas. ”Memang pelanggaran perda sanksinya tidak seberat pelanggaran pidana. Misalnya saja, para PGOT yang terjaring razia dan kita kirimkan ke panti Margo Widodo, paling lama satu minggu mereka sudah keluar. Akibatnya mereka kembali ke jalan. Tapi bagaimanapun juga, kami akan terus berupaya melakukan penertiban agar Kota Semarang lebih tertata,” ungkapnya kepada Radar Semarang, Selasa, (3/2) kemarin.

Menurutnya, jika razia dilakukan secara terus-menerus, meski sanksinya tidak berat, diyakini para pelanggar akan jera. Mereka yang terjaring dilakukan pendataan serta pengarahan supaya tidak melakukan pelanggaran. Sedangkan, baran gerobak, PKL disita petugas. Sedangkan PGOT dikirim ke panti rehabilitasi Margo Widodo. Sebelumnya, pada Senin, (2/2) kemarin, petugas melakukan razia dan mengamankan sebuah gerobak PKL, 4 becak dan beberapa gelandangan. (mha/zal/ce1)