Posko Minimalisasi Korban

127

GETASAN—Tiga desa di lereng Gunung Merbabu rawan longsor dan angin puting beliung. Adalah Desa Batur, Desa Nogosaren dan Desa Tajuk yang berada di dataran tinggi.

Sampai saat ini, baru dua kejadian di Getasan. Pertama talud ambrol di daerah Wates dan longsor di Dusun Ngaduman, Desa Tajuk. Korbannya satu rumah milik warga di perengan yang terbuat dari kayu terbawa longsor ke jurang. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

Karena itulah, Camat Getasan membuat posko bencana di kantor Kecamatan Getasan. Camat Getasan Kabupaten Semarang, Gustomo Hartanto mengatakan bahwa bencana yang terjadi di Getasan, rata-rata karena ulah manusia sendiri. Banyak pohon-pohon yang bisa mencegah banjir dan longsor, malah ditebang. Seharusnya warga menjaga lingkungan agar potensi bencana di Getasan bisa berkurang.

“Kami menghimbau kepada warga, bila terjadi bencana alam segera lapor ke posko bencana alam di kantor Kecamatan Getasan agar segera ditindaklanjuti. Kami juga meminta para kepala desa agar bertindak cepat jika daerahnya terjadi bencana alam,” katanya.

Dengan adanya posko, tambahnya, banyaknya wisatawan dari luar daerah yang datang berkunjung, dapat difasilitasi. Pasalnya, jika sewaktu-waktu terjadi bencana, kemudian petugas kesehatan tidak siap, banyak korban, bisa mengakibatkan wisatawan trauma sehingga jumlah pengunjung di Kopeng dan sekitarnya berkurang.

“Meski begitu, kami berharap pada musim penghujan ini, Getasan aman dari bencana alam. Meski musim hujan kali ini memang agak ekstrim, ditambah angin kencang yang berpotensi menyebabkan bencana alam,” pungkasnya. (abd/ida)