Pilwalkot Adem, Tokoh Masyarakat Prihatin

Must Read

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden...

PEKALONGAN-Jelang Pemilihan Wali Kota (Pilwalkot) yang masih adem ayem, membuat resah beberapa tokoh masyarakat. Adalah tokoh agama, H Abdul Hakim Kurniawan Bin Kiai Syafii atau yang dikenal Gus Haeng, mengkhawatirkan masyarakat Pekalongan yang kurang peduli dengan Pilwalkot.

“Akan sangat bahaya, jika kesempatan memimpin daerah ini diambil orang luar. Seperti yang sudah-sudah di daerah lain, banyak pemimpin yang justru tidak mengerti harapan warga Pekalongan,” terang dia saat diskusi sederhana bersama tokoh pemuda dan penggiat olahraga, di Polsek Buaran, Selasa (3/1) kemarin.

Bahkan, lanjut Gus Haeng, saat ini Pekalongan tidak memiliki tokoh-tokoh besar yang benar-benar peduli terhadap kota ini. Ada banyak, tapi lebih memilih beraktivitas di pusat Jakarta. “Yang kami rindukan selama ini adalah tokoh masyarakat yang bisa memimpin, mengayomi dan terus di Kota Pekalongan ini. Jangan lantas kalau sudah tidak dibutuhkaan di tempat lain, balik ke Pekalongan mau mimpin,” tegas dia.

Karena itulah, dirinya merasa cocok dengan sosok AKP Agus Riyanto yang kini jadi Kapolsek Buaran, untuk maju ke bursa Pilwalkot. AKP Agus merupakan sosok yang merakyat. “Pak Agus ini dapat menjelaskan kebutuhan masyarakat dari berbagai sisi, juga sangat religius. Kami harapkan bisa berkompetisi dalam Pilwalkot tahun ini. Semoga dapat diterima masyarakat,” harapnya.

Sedangkan pengusaha Advertising yang juga tokoh pemuda, M Amirul Iman, yang intim disapa Arul 54 ini, berharap ada perubahan di Kota Pekalongan. “Kami sebagai pemuda, ingin dipimpin sosok seperti Pak Agus ini. Yang sudah lama kami kenal dan layak menjadi pemimpin lebih besar,” ucap dia.

Salah satu tokoh dan penggiat olahraga Lukman Hidayat juga sependapat. Kinerja AKP Agus bisa dilihat saat memimpin PBSI Pekalongaan. Bahkan, kini dipercaya menjadi pengurus tingkat daerah Jateng dan koordinator PBSI Karesidenan Pekalongan. “Sudah cukup pantas, jika Agus maju ke tingkat lebih tinggi, dengan masuk bursa wali kota,” katanya.

Menanggapi desakan tersebut, AKP Agus Riyanto, merasa respect. Namun pihaknya masih akan berfikir lebih mendalam lagi. “Saya juga tahu diri, dari kapasitas bahkan sampai masalah ekonomi. Saya tentunya masih jauh banget dengan calon-calon lain,” tandas dia.

Sementaraa itu, pengamat sosial sekaligus akademisi dari Pasca Sarjana STAIN Pekalongan, DR Makrum Kholil, MAg, ada perubahan besar dalam perkembangaan politik di era sekarang ini. “Saat ini, kami rasa orang memilih bukan karena partainya, tapi karena orang atau tokohnya yang maju,” ucap dia. (han/ida)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...

Air Semut

Kota ini di tengah Gurun Gobi. Jaraknya empat jam dari kota di baratnya. Juga empat jam dari kota di timurnya. Kota yang di barat itu,...

Rombak Kurikulum

Reformasi besar-besaran. Di bidang kurikulum pendidikan. Itulah instruksi Presiden Joko Widodo. Kepada Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim. Kemarin. Kata 'reformasi' saja sudah sangat ekstrem. Apalagi...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -