PEKALONGAN-Jelang Pemilihan Wali Kota (Pilwalkot) yang masih adem ayem, membuat resah beberapa tokoh masyarakat. Adalah tokoh agama, H Abdul Hakim Kurniawan Bin Kiai Syafii atau yang dikenal Gus Haeng, mengkhawatirkan masyarakat Pekalongan yang kurang peduli dengan Pilwalkot.

“Akan sangat bahaya, jika kesempatan memimpin daerah ini diambil orang luar. Seperti yang sudah-sudah di daerah lain, banyak pemimpin yang justru tidak mengerti harapan warga Pekalongan,” terang dia saat diskusi sederhana bersama tokoh pemuda dan penggiat olahraga, di Polsek Buaran, Selasa (3/1) kemarin.

Bahkan, lanjut Gus Haeng, saat ini Pekalongan tidak memiliki tokoh-tokoh besar yang benar-benar peduli terhadap kota ini. Ada banyak, tapi lebih memilih beraktivitas di pusat Jakarta. “Yang kami rindukan selama ini adalah tokoh masyarakat yang bisa memimpin, mengayomi dan terus di Kota Pekalongan ini. Jangan lantas kalau sudah tidak dibutuhkaan di tempat lain, balik ke Pekalongan mau mimpin,” tegas dia.

Karena itulah, dirinya merasa cocok dengan sosok AKP Agus Riyanto yang kini jadi Kapolsek Buaran, untuk maju ke bursa Pilwalkot. AKP Agus merupakan sosok yang merakyat. “Pak Agus ini dapat menjelaskan kebutuhan masyarakat dari berbagai sisi, juga sangat religius. Kami harapkan bisa berkompetisi dalam Pilwalkot tahun ini. Semoga dapat diterima masyarakat,” harapnya.

Sedangkan pengusaha Advertising yang juga tokoh pemuda, M Amirul Iman, yang intim disapa Arul 54 ini, berharap ada perubahan di Kota Pekalongan. “Kami sebagai pemuda, ingin dipimpin sosok seperti Pak Agus ini. Yang sudah lama kami kenal dan layak menjadi pemimpin lebih besar,” ucap dia.

Salah satu tokoh dan penggiat olahraga Lukman Hidayat juga sependapat. Kinerja AKP Agus bisa dilihat saat memimpin PBSI Pekalongaan. Bahkan, kini dipercaya menjadi pengurus tingkat daerah Jateng dan koordinator PBSI Karesidenan Pekalongan. “Sudah cukup pantas, jika Agus maju ke tingkat lebih tinggi, dengan masuk bursa wali kota,” katanya.

Menanggapi desakan tersebut, AKP Agus Riyanto, merasa respect. Namun pihaknya masih akan berfikir lebih mendalam lagi. “Saya juga tahu diri, dari kapasitas bahkan sampai masalah ekonomi. Saya tentunya masih jauh banget dengan calon-calon lain,” tandas dia.

Sementaraa itu, pengamat sosial sekaligus akademisi dari Pasca Sarjana STAIN Pekalongan, DR Makrum Kholil, MAg, ada perubahan besar dalam perkembangaan politik di era sekarang ini. “Saat ini, kami rasa orang memilih bukan karena partainya, tapi karena orang atau tokohnya yang maju,” ucap dia. (han/ida)