SALATIGA-Belasan sekolah dasar (SD) di Kota Salatiga kekurangan murid. Akibatnya, mencuat usulan agar sekolah-sekolah tersebut digabung (regrouping) sehingga proses belajar mengajar bisa lebih maksimal.

Ketua Komisi A DPRD Salatiga, Dance Ishak Palit mengungkapkan bahwa desakan regoruping tersebut untuk menyikapi data penerimaan siswa baru di tahun ajaran 2013 – 2014 lalu, terdapat 13 SD yang murid kelas satunya di bawah lima siswa.
“Meski begitu, untuk melakukan regrouping harus melalui kajian. Karena menyangkut sejumlah aspek termasuk sumber daya manusia (SDM). Meski begitu, Komisi A berupaya dengan terlebih dahulu melakukan evaluasi dan turun ke lapangan langsung,” katanya kepada wartawan.

Selain ke lapangan, komisi yang membidangi pendidikan ini akan berkoordinasi dengan Disdikpora dan juga BKD guna mengetahui semua aspek. Bila memang dilakukan regrouping SD yang minim siswa.

Hal senada diungkapkan anggota Komisi A DPRD Salatiga lainnya, Nono Rohana. Menurut Nono, pihaknya akan melakukan evaluasi mengapa sekolah tersebut bisa kekurangan murid. Pasalnya, kalau memang dilakukan regrouping, akan memiliki efek yang kompleks.

“Contohnya, bila ada sekolahan yang digabung, maka guru sekolahan yang bergabung tersebut tidak seluruhnya bisa ditampung. Belum lagi bangunan sekolahan akan digunakan untuk apa,” ujar dia.

Namun demikian, kata Nono, persoalan guru (SDM) bisa diatasi sembari berjalannya waktu. Karena tahun 2017 nanti, di Kota Salatiga akan ada ratusan guru SD yang pensiun. Ia mencontohkan, di SD Kutowinangun 11, SD Kutowinangun 4 dan 6, berada dalam satu kompleks. “Namun ada satu sekolah yang kekurangan murid, sehingga perlu dievaluasi. Hal itu, untuk mengetahui penyebabnya, apakah masih bisa dilakukan perbaikan atau tidak,” tuturnya. (sas/ida)