Bangunan Tugu Batang Dipertanyakan

206
HAMPIR ROBOH : Tugu Adipura Kandeman kondisinya semakin memprihatinkan dan berpotensi robih. (MAHFUDZ ALIMIN/RADAR SEMARANG)
HAMPIR ROBOH : Tugu Adipura Kandeman kondisinya semakin memprihatinkan dan berpotensi robih. (MAHFUDZ ALIMIN/RADAR SEMARANG)
HAMPIR ROBOH : Tugu Adipura Kandeman kondisinya semakin memprihatinkan dan berpotensi robih. (MAHFUDZ ALIMIN/RADAR SEMARANG)

BATANG-Pembangunan tugu di Kabupaten Batang yang sudah dianggap selesai 100 persen, kini terpaksa diperbaiki lagi. Pasalnya, bangunan tugu yang menjadi pembatas antara Kabupaten Batang dan Kota Pekalongan, tepatnya di tepi Jalan Jendral Soedirman, Jalur Pantura Batang tersebut, sudah rusak parah. Begitu juga dengan tugu Adipura yang terletak di Kandeman Batang, bangunannya nyaris roboh dan sudah condong ke samping. Namun hingga Rabu (3/2) belum ada aktivitas pembenahan.

Zaenul selaku mandor pembangunan tugu batas tersebut beralasan bahwa kerusakan terjadi akibat kontur tanah yang belum padat dan tidak kuat menahan beratnya bangunan tugu. Aklibatnya, amblas dan retak. “Seharusnya pengurukan yang dilakukan sebelum dilakukan pembangunan tugu, harus didiamkan terlebih dahulu beberapa lama. Namun karena kami dikejar waktu, akhir Desember 2014 harus selesai,” kata Zaenul.

Meski begitu, pihaknya langsung membetulkan kerusakan tersebut. Sebab selama 6 bulan ke depan, masih dalam tanggungan rekanan untuk melakukan perawatan. “Kami betulkan kembali retakan-retakan tersebut. Tugu yang kecil-kecil sengaja dirobohkan untuk kemudian dibangun ulang,” jelas mandor pembangunan tugu tak beridentitas tersebut.

Berbeda dengan yang terjadi di tugu Adipura di Kandeman yang kondisinya semakin rusak parah. Di antaranya, lantai sudah mengalami kerusakan dan bangunan tugu terlihat semakin condong ke samping dan nyaris roboh.

Anggota Komisi D DPRD Kabupaten Batang, Triyanto mengatakan bahwa pihaknya masih mempertanyakan apa yang diucapkan rekanan terkait penyelesaian pembangunan tugu tersebut. “Kemarin anggota dewan, kejaksaan serta BPK sudah melakukan sidak ke lokasi. Sebab masih menjadi pertanyaan besar terkait penyelesaian bangunan tersebut. Dikatakan selesai 100 persen, namun hasilnya kurang berkualitas,” kata Triyanto.

Terkait tanggung jawab perawatan, ia membenarkan bahwa sejak awal sudah ada kesepakatan terkait perawatan hingga bulan ke-6 pasca terselesaikannya bangunan tersebut. Triyanto lebih menyayangkan pembangunan tugu Adipura di Kandeman yang hingga kini belum ada upaya pembetulan.

“Saya masih bingung dengan bangunan tugu tersebut. Bukan tugu adipura namanya, melainkan tugu adi pura-pura. Ketika kami tinjau kemarin, kondisinya sangat membahayakan sebab berpotensi roboh,” tandasnya. (mg12/ida)

Silakan beri komentar.