10 Oknum Polisi Kuasai Mobil Barang Bukti

191
TAK BERTUAN: Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol Aloysius Liliek Darmanto menunjukkan mobil barang bukti pencurian di Mapolda Jateng kemarin. (ABDUL MUGHIS/RADAR SEMARANG)
TAK BERTUAN: Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol Aloysius Liliek Darmanto menunjukkan mobil barang bukti pencurian di Mapolda Jateng kemarin. (ABDUL MUGHIS/RADAR SEMARANG)
TAK BERTUAN: Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol Aloysius Liliek Darmanto menunjukkan mobil barang bukti pencurian di Mapolda Jateng kemarin. (ABDUL MUGHIS/RADAR SEMARANG)

MUGASSARI – Sebanyak 10 oknum anggota Polda Jateng diperiksa penyidik Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Jateng lantaran menguasai mobil barang bukti (BB) tindak pidana yang disita untuk kepentingan pribadi. Mobil berbagai merek itu tak bertuan, karena diduga hasil pencurian.

”Ada 10 mobil berbagai merek kami sita dari 10 anggota. Semua mobil sudah berada di Mapolda Jateng,” kata Kepala Bidang Humas Polda Jateng, Kombes Pol Aloysius Liliek Darmanto di Mapolda Jateng, Selasa (3/2).

Dijelaskan Liliek, 10 anggota polisi tersebut juga telah diperiksa dan dilakukan sidang disiplin. Mereka menggunakan untuk kepentingan pribadi. ”Seharusnya mobil barang bukti tindak pidana itu dilaporkan ke Direktorat Tahan dan Barang Bukti,” terangnya.

Dikatakan, sebanyak 10 anggota tersebut terjaring operasi penegakan, ketertiban dan disiplin, yang dilakukam oleh tim Propam Polda Jateng sejak Agustus 2014 lalu.

’Kami melakukan giat dengan memeriksa kelengkapan kendaraan bermotor yang dibawa oleh anggota polres di jajaran Polda Jateng. Razia itu dilakukan di pintu gerbang,” katanya.

Ditegaskan Liliek, para anggota polisi tidak boleh membawa barang bukti tindak pidana untuk kepentingan pribadi. ”Semuanya sudah menjalani sidang disiplin dan diberikan sanksi,” ujarnya.

Kendati demikan, Liliek enggan membeberkan identitas 10 polisi nakal tersebut. Empat di antaranya adalah anggota Polres Klaten. Adapun mobil yang disita dari empat polisi tersebut masing-masing Daihatsu Xenia hitam tahun 2009 bernopol E 1973 MH nomor rangka MHKVIAA2J9K046216 nomor mesin DN 88877, Toyota Avanza silver metalik 2004 bernopol B 8953 KV nomor rangka MHFFMRGK34K0376161 nomor mesin DA56371, Honda Civic merah maron 1991 bernopol H 8044 FB nomor rangka SH454913286 nomor mesin NB403526, dan Suzuki APV merah 2009 bernopol AB 1979 WD nomor rangka MHYGDN42V9J329554 nomor mesin G15AID 196195.

Berikutnya, tiga mobil lain disita dari tiga anggota Polres Tegal Kota, yakni Daihatsu Xenia hitam 2010 bernopol H 9093 BM nomor rangka MHKVIBA2JAK073479 nomor mesin DG22567, Daihatsu Xenia hitam 2010 bernopol K 711 NE nomor rangka MHKVIBA2JBK097210 nomor mesin DH37792, dan Toyota Avanza hitam 2011 bernopol G 9090 NE nomor rangka MHFFMIBA3JBK294539 nomor mesin DH06794.

Tiga mobil lainnya disita dari anggota Polda Jateng, yakni Daihatsu Terios silver metalik 2010 bernopol B 100 ERY nomor rangka MHKG2CK2JAK006205 nomor mesin DBS4711, Toyota Avanza hitam 2009 bernopol B 1663 SKY nomor rangka MHFMIBA3J9K707901 nomor mesin DE74469, dan Daihatsu Terios hitam 2011 bernopol K 9097 VA. ”Anggota yang diperiksa ada yang dari anggota satlantas polsek, sabhara dan lain-lain. Mereka sudah kami sidang,” katanya.

Liliek mempersilakan jika ada masyarakat yang merasa kehilangan mobil untuk mengecek di Mapolda Jateng. ”Cukup menunjukkan bukti-bukti surat kepemilikan. Jika cocok, silakan diambil tanpa dipungut biaya,” ujarnya.

Dari 10 mobil tersebut, satu mobil di antaranya sudah diambil oleh pihak leasing, yakni Daihatsu Terios hitam 2011 bernopol K 9097 VA. ”Tinggal sembilan mobil yang belum diketahui siapa pemiliknya,” kata Liliek.

Hingga kemarin, sembilan mobil tersebut diparkir dan diberi police line di halaman kantor Direktorat Reskrimum Polda Jateng. ”Jika bisa menunjukkan surat-surat kelengkapan, bisa diambil. Boleh menghubungi saya atau Kabid Propam. Semuanya gratis,” tandasnya. (amu/aro/ce1)