PENDIDIKAN KARAKTER: Sebanyak 600 alat musik angklung dimainkan secara bersama-sama saat upacara bendera di SMP N 33 Semarang, kemarin. (FOTO: EKO WAHYU BUDIYANTO/RADARSEMARANG)
PENDIDIKAN KARAKTER: Sebanyak 600 alat musik angklung dimainkan secara bersama-sama saat upacara bendera di SMP N 33 Semarang, kemarin. (FOTO: EKO WAHYU BUDIYANTO/RADARSEMARANG)
PENDIDIKAN KARAKTER: Sebanyak 600 alat musik angklung dimainkan secara bersama-sama saat upacara bendera di SMP N 33 Semarang, kemarin. (FOTO: EKO WAHYU BUDIYANTO/RADARSEMARANG)

TEMBALANG – Pengembangan karakter peserta didik dapat dilakukan dengan berbagai hal, salah satunya yaitu mengenalkan kesenian tradisional khas Indonesia. Seperti yang dilakukan siswa-siswi SMP N 33, yang memainkan angklung secara kolosal.
Upacara rutin setiap hari Senin, yang digelar di halaman SMP 33 kemarin berbeda dari upacara biasanya. Sebanyak 600 siswa memainkan alat musik angklung dengan nada-nada yang teratur sehingga seperti sebuah konser musik karena juga diiringi oleh satu pemain biola dan satu pemain drum.

Kepala SMP N 33, M. Ahsan mengatakan, hal tersebut dilakukan guna menumbuhkan pendidikan karakter di dalam diri siswa sesuai dengan apa yang diamanatkan dalam Kurikulum 2013. Tidak hanya semua siswa, semua guru dan seluruh karyawan sekolah juga dilibatkan dalam kegiatan itu. Peserta yang memainkan angklung terdiri atas seluruh siswa kelas 7 dan kelas 9 serta seluruh jajaran tenaga pendidik di sekolah itu.

”Untuk kelas 8 yang menjadi paduan suaranya. Jumlah total untuk semua peserta siswa itu sebanyak 760 siswa. Kenapa angklung yang kita pilih, karena dari sebagian alat musik tradisional hanya angklung yang dapat dimainkan banyak orang dan mudah untuk dimainkan,” kata Ahsan, Senin (2/2).

Diakui Ahsan, ini merupakan kali pertama siswa memainkan angklung secara kolosal, karena sebelumnya hanya dilakukan saat jam pelajaran kesenian. Menurut Ahsan, bermain Angklung selain dapat menjadi media dalam menumbuhkan pendidikan karakter dalam diri siswa, kegiatan tersebut juga dapat semakin melestarikan kesenian tradisional sebagai warisan bangsa.

”Kita akan terus lakukan latihan bersama siswa dan akan kita agendakan ke depannya setiap satu bulan sekali, siswa memainkan angklung saat upacara bendera. Target kita yaitu sebanyak 1.000 angklung dapat dimainkan siswa dalam upacara bendera. Selain itu dapat membuat siswa menjadi lebih betah di sekolah,” lanjutnya.

Dikatakan Dwi salah saatu murid, latihan alat musik angklung merupakan salah satu favorit siswa saat pelajaran kesenian. Selain mudah dibunyikan, harga alat musik tersebut tergolong terjangkau. ”Harganya kisaran Rp 50-60 ribu. Sehingga masih terjangkau. Memainkannya juga asyik, tinggal menggoyang dan menyesuaikan dengan nada-nada yang dibutuhkan,” pungkasnya. (ewb/zal/ce1)