TAK ADA MIRAS: Inul Vista, mengundang anak-anak panti asuhan untuk bernyanyi dalam syukuran ulang tahun rumah karaoke tersebut, kemarin. (AJIE MH/RADAR SEMARANG)
TAK ADA MIRAS: Inul Vista, mengundang anak-anak panti asuhan untuk bernyanyi dalam syukuran ulang tahun rumah karaoke tersebut, kemarin. (AJIE MH/RADAR SEMARANG)
TAK ADA MIRAS: Inul Vista, mengundang anak-anak panti asuhan untuk bernyanyi dalam syukuran ulang tahun rumah karaoke tersebut, kemarin. (AJIE MH/RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Pertumbuhan penyedia tempat karaoke di Semarang bak cendawan di musim hujan. Hampir di setiap jalan raya, dibangun tempat dengan bilik-bilik penyalur hobi olah vokal itu. Pemerintah seolah-olah membiarkan fenomena ini dengan mempermudah perizinan. Praktis, regulasi ini membuat persaingan antar-pengusaha karaoke makin sengit.

General Manager Inul Vista Semarang Dandy Setiawan Jaya mengeluhkan mudahnya mendapat izin mendirikan karaoke. Pihaknya ingin pemerintah mengkaji ulang soal regulasi tersebut. Kecuali kalau memang demand industri hiburan karaoke memang sangat besar.

Jika terus dibiarkan, sudah bisa ditebak, price war tidak lagi bisa dihindari. Kabarnya, sudah ada yang mematok Rp 15 ribu per jam. “Memang ini challange untuk survive di bisnis karaoke. Kami berusaha untuk tidak terjebak perang harga yang konyol,” ungkap Dandy di sela perayaan ulang tahun ke-2 Inul Vista Mugas, kemarin.

Lucunya, imbuh Dandy, banyak yang mengatasnamakan karaoke keluarga, tapi di dalamnya menyediakan minuman keras dan ‘menjual’ wanita peneman bernyanyi. Meski kedua faktor tersebut menjadi selling point yang sangat menggiurkan, toh Dandy tidak mau bermain-main di ranah itu.

Untuk terus eksis, Inul Vista hanya berusaha meningkatkan fasiltas dan kualitas pelayanan. Selain itu, yang membedakan dari wahana karaoke lain, Inul Vista menawarkan sajian-sajian pengisi perut layaknya restoran. “Tapi masih belum jalan. Sulit mengubah mindset warga Semarang bahwa Inul Vista ini adalah resto yang menyediakan tempat karaoke. Buktinya ketika jam makan tiba, konsumen justru mencari makanan di luar,” ungkapnya.

Karena itu, di tahun kedua perjalanan Inul Vista Mugas ini, Dandy berharap bisa terus eksis mesi digebrak persaingan yang sangat ketat. Marketing Inul Vista Mugas Che Che manambahkan, di perayaan ultah ini, digelar promo-promo menarik. “Jika ada yang berulang tahun di bulan Februari, kami akan memberikan free satu jam room karaoke,” tegasnya. (mg16/smu)