Puluhan Karyawan Terancam Nganggur

Must Read

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden...

Air Semut

Kota ini di tengah Gurun Gobi. Jaraknya empat jam dari kota di baratnya. Juga empat jam dari kota di...

KASIHAN : Sejumlah warga membersihkan puing-puing kebakaran di pabrik rumahan slondok, kemarin. (MUKHTAR LUTFI/Radar Kedu)
KASIHAN : Sejumlah warga membersihkan puing-puing kebakaran di pabrik rumahan slondok, kemarin. (MUKHTAR LUTFI/Radar Kedu)

MUNGKID— Kebakaran melanda sebuah pabrik rumahan pembuat slondok di Dusun Jagan Desa Pasuruhan Kecamatan Mertoyudan Kabupaten Magelang. Bangunan tersebut ludes di lalap si jago merah.

Selain menderita kerugian hingga puluhan juta rupiah, produksi makanan ringan berbahan baku ketela itu terancam mandek. Padahal ada 20 pekerja yang menggantungkan hidup di sana.

Menurut keterangan yang dihimpun koran ini, kebakaran terjadi akhir pekan lalu sekitar pukul 07.15 pagi. Saat itu aktivitas di pabrik belum dimulai.

Siti Mukijanah, 57, pemilik usaha itu tiba-tiba melihat kobaran api di tumpukan arang yang baru datang. Namun api terus membesar dan membakar bangunan yang mayoritas terbuat dari kayu tersebut.

Warga kemudian berdatangan dan mencoba memadamkan api dengan menggunakan peralatan seadanya. Namun tiupan angin membuat api cepat membesar. Api baru dapat dipadamkan sekitar 45 menit setelah sebuah mobil pemadam dari Pemkab Magelang datang.
”Yang menjadi pikiran kami saat ini adalah bagaimana tentang nasib karyawan ke depan. Bagaimanapun, kami tidak mungkin akan langsung berproduksi lagi. Butuh waktu untuk membangun bisnis ini kembali,” kata Siti, pasrah.

Kepala Dusun Jagan, Sugeng, mengatakan di pabrik tersebut terdapat 20 pekerja yang merupakan warga setempat. ”Untuk itu, kami memohon kepada Pemkab Magelang untuk membantu pemulihan tempat usaha ini,” katanya. (vie/ton)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Latest News

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...

Air Semut

Kota ini di tengah Gurun Gobi. Jaraknya empat jam dari kota di baratnya. Juga empat jam dari kota di timurnya. Kota yang di barat itu,...

Random News

Tim Unggulan Duduki Empat Besar

MAGELANG-Tim – tim bulutangkis sekolah yang diunggulan akhirnya membuktikan diri menembus semi final putra dan putri Djarum Foundation Kejuaraan Bulutangkis Beregu Antar SD /...

Siapkan 15.000 Buah Durian untuk Masyarakat

SEMARANG - Kecamatan Mijen merupakan wilayah yang memiliki produk unggulan, yakni durian kholil. Pemkot Semarang berupaya mengangkat produk lokal tersebut ke tingkat nasional. Salah...

Tindak Tegas Pendirian Bangunan di Bantaran Sungai

DEMAK-Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (FPKS) DPRD Demak mendesak pemerintah menindak tegas pendirian bangunan usaha di pinggir sungai. Itu diperlukan guna menindaklanjuti terbitnya surat pemberitahuan...

PNS pun Manfaatkan Tarif Buruh Rp 1.000

SEMARANG—Sejak diluncurkan awal Juli lalu, Bus Rapid Transit (BRT) Trans Jateng Koridor I Stasiun Tawang-Terminal Bawen telah memikat masyarakat. Hampir setiap hari selalu penuh...

More Articles Like This

- Advertisement -