KASIHAN : Sejumlah warga membersihkan puing-puing kebakaran di pabrik rumahan slondok, kemarin. (MUKHTAR LUTFI/Radar Kedu)
KASIHAN : Sejumlah warga membersihkan puing-puing kebakaran di pabrik rumahan slondok, kemarin. (MUKHTAR LUTFI/Radar Kedu)
KASIHAN : Sejumlah warga membersihkan puing-puing kebakaran di pabrik rumahan slondok, kemarin. (MUKHTAR LUTFI/Radar Kedu)

MUNGKID— Kebakaran melanda sebuah pabrik rumahan pembuat slondok di Dusun Jagan Desa Pasuruhan Kecamatan Mertoyudan Kabupaten Magelang. Bangunan tersebut ludes di lalap si jago merah.

Selain menderita kerugian hingga puluhan juta rupiah, produksi makanan ringan berbahan baku ketela itu terancam mandek. Padahal ada 20 pekerja yang menggantungkan hidup di sana.

Menurut keterangan yang dihimpun koran ini, kebakaran terjadi akhir pekan lalu sekitar pukul 07.15 pagi. Saat itu aktivitas di pabrik belum dimulai.

Siti Mukijanah, 57, pemilik usaha itu tiba-tiba melihat kobaran api di tumpukan arang yang baru datang. Namun api terus membesar dan membakar bangunan yang mayoritas terbuat dari kayu tersebut.

Warga kemudian berdatangan dan mencoba memadamkan api dengan menggunakan peralatan seadanya. Namun tiupan angin membuat api cepat membesar. Api baru dapat dipadamkan sekitar 45 menit setelah sebuah mobil pemadam dari Pemkab Magelang datang.
”Yang menjadi pikiran kami saat ini adalah bagaimana tentang nasib karyawan ke depan. Bagaimanapun, kami tidak mungkin akan langsung berproduksi lagi. Butuh waktu untuk membangun bisnis ini kembali,” kata Siti, pasrah.

Kepala Dusun Jagan, Sugeng, mengatakan di pabrik tersebut terdapat 20 pekerja yang merupakan warga setempat. ”Untuk itu, kami memohon kepada Pemkab Magelang untuk membantu pemulihan tempat usaha ini,” katanya. (vie/ton)