Artikel Dosen Harus Masuk Jurnal Internasional

327
PAKAR JURNAL : DR. Ferry Jie, Asisten Direktur Pascasarjana di RMIT University Australia saat memberikan materi dalam pelatihan di Unsiq. (SUMALI IBNU CHAMID/RADAR KEDU)
PAKAR JURNAL : DR. Ferry Jie, Asisten Direktur Pascasarjana di RMIT University Australia saat memberikan materi dalam pelatihan di Unsiq. (SUMALI IBNU CHAMID/RADAR KEDU)
PAKAR JURNAL : DR. Ferry Jie, Asisten Direktur Pascasarjana di RMIT University Australia saat memberikan materi dalam pelatihan di Unsiq. (SUMALI IBNU CHAMID/RADAR KEDU)

WONOSOBO – Dosen dan mahasiswa Universitas Sains Alquran (Unsiq) Jawa Tengah di Wonosobo, didorong untuk melahirkan artikel karya ilmiah yang mampu menembus jurnal internasional. Untuk mewujudkan hal tersebut, akhir pekan lalu mengundang pakar DR. Ferry Jie yang merupakan Asisten Direktur Pascasarjana di RMIT University Australia dan editor 3 jurnal internasional.

Seminar dan workshop digelar Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer (Fastikom) Unsiq bekerja sama dengan Lembaga Penelitian, Penerbitan, Pengabdian Kepada Masyarakat dan Pembinaan Bahasa (LP3MPB) Unsiq.

Menurut Kepala LP3MPB, Hermawan, bahwa saat ini persyaratan pengajuan jabatan fungsional semakin ketat terutama dalam bidang penelitian. Pengajuan jabatan fungsional untuk menjadi profesor harus mempunyai artikel yang masuk di jurnal internasional yang bereputasi.

“Untuk itu, kami hadirkan langsung pakar dalam bidang penulisan jurnal internasional,”katanya.
Dekan Fastikom Wiji Lestarini, berharap dengan adanya acara seminar tersebut, bisa menambah wawasan bagi para mahasiswa terutama bagi mahasiswa semester akhir sebagai persiapan dalam menyusun tugas akhir atau skripsi.

“Kegiatan ini sangat dibutuhkan bagi mahasiswa sebagai bekal dalam penyusunan tugas akhir,” ungkapnya.
Wiji menyebutkan, setelah mendapatkan materi langsung dari pakarnya, diharapkan mahasiswa dan dosen akan terdorong untuk melahirkan karya ilmiah yang bisa dituangkan dalam artikel internasional. Sehingga Unsiq mampu menjadi salah satu universitas menembus dunia internasional. “Pemateri juga siap menjadi konsultan sewaktu-waktu bisa dihubungi lewat email,” ujarnya. (ali/lis)