DIRINGKUS WARGA : Tersangka Rochmad menunjukkan kunci mobil yang dicuri di hadapan Wakapolres Semarang, Kompol Erwin H Dinata. (PRISTYONO/RADAR SEMARANG)
DIRINGKUS WARGA : Tersangka Rochmad menunjukkan kunci mobil yang dicuri di hadapan Wakapolres Semarang, Kompol Erwin H Dinata. (PRISTYONO/RADAR SEMARANG)
DIRINGKUS WARGA : Tersangka Rochmad menunjukkan kunci mobil yang dicuri di hadapan Wakapolres Semarang, Kompol Erwin H Dinata. (PRISTYONO/RADAR SEMARANG)

UNGARAN-Seorang pencuri yang mabuk berat gagal membawa kabur mobil Nissan Serena dari rumah Rosyidin, 47, warga Desa Jimbaran, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang. Saat itu, juga ditangkap warga dan digelandang ke Mapolres Semarang.
Pencuri yang belakangan diketahui bernama Rochmad Efendi, 27, warga Kelurahan Jomblang, Kecamatan Candisari, Kabupaten Semarang, tidak tahu cara membuka pintu mobil curiannya. Lucunya lagi, pencuri mobil itu ternyata tidak bisa mengendarai mobil. Tak ayal, aksi Rochmad diketahui warga.

Rochmad bercerita, awalnya dia bersama temannya Biyo dan Bagas berangkat untuk berwisata di kawasan Umbul Sidomukti, Desa Jimbaran, Kecamatan Bandungan. Mereka bertiga berangkat sekitar pukul 19.00, sampai di lokasi ketiganya pesta minuman keras (miras). Setelah itu, tersangka dan temannya yang sudah mabuk akibat menenggak minuman beralkohol pulang dari tempat wisata itu pukul 02.30. Sampai di depan rumah korban, tersangka Rochmad dan temannya berhenti karena melihat ada ayam Bangkok. Kedua teman tersangka menunggu di luar, sedangkan Rochmad masuk ke dalam rumah untuk mencuri.

“Awalnya saya ingin mencuri ayam Bangkok aduan. Tetapi saya lihat ada rumah yang pintunya terbuka dan di depan rumah itu ada mobil diparkir. Lalu saya tidak jadi mencuri ayam, tapi masuk ke dalam rumah yang terbuka itu. Saya mengambil sebuah HP Nokia dan sebuah kunci. Tapi saya tidak tahu, itu kunci motor atau mobil. Karena waktu itu saya mabuk,” kata Rochmad dalam gelar perkara kasus di Polres Semarang, kemarin.

Tersangka Rochmad mengaku, kebingungan untuk mencuri mobil. Beberapa kali remote kunci mobil dipencet-pencet, tapi tidak bisa terbuka. Di saat itulah ada warga yang melihat dan meneriakinya maling. Sehingga tersangka ketakutan dan kabur. Warga mengejarnya dan tidak jauh dari lokasi, akhirnya berhasil ditangkap.

“Saya lari keluar dan dikejar hingga tertangkap. Sebenarnya saya ini tidak bisa menyetir mobil. Ya, waktu itu saya mabuk jadi nekat saja mencuri mobil,” kata tersangka yang pernah menjalani hukuman selama 9 bulan dalam kasus perampokan di Lapas Kedungpane Semarang.

Wakapolres Semarang, Kompol Erwin H Dinata mengatakan barang bukti yang berhasil diamankan berupa sebuah handphone Nokia C1 dan sebuah kunci mobil Nissan Serena. Tersangka bakal dijerat pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara. (tyo/ida)