Pilwakot Diperkirakan Diikuti Tiga Calon

161
SATU TEKAD: Pengurus DPC Gerindra dan DPD PAN Kota Semarang saat menyatakan berkoalisi dalam pilwalkot mendatang. (M. RIZAL KURNIAWAN/RADAR SEMARANG)
SATU TEKAD: Pengurus DPC Gerindra dan DPD PAN Kota Semarang saat menyatakan berkoalisi dalam pilwalkot mendatang. (M. RIZAL KURNIAWAN/RADAR SEMARANG)
SATU TEKAD: Pengurus DPC Gerindra dan DPD PAN Kota Semarang saat menyatakan berkoalisi dalam pilwalkot mendatang. (M. RIZAL KURNIAWAN/RADAR SEMARANG)

GAJAHMUNGKUR – Pemilihan Wali Kota Semarang (Pilwalkot) pada Desember mendatang diperkirakan akan diikuti tiga calon. Ini setelah Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) dan Partai Amanat Nasional (PAN) resmi berkoalisi untuk menyongsong Pilwalkot yang akan digelar 16 Desember mendatang. Kepastian bergabungnya dua partai tersebut dituangkan dalam penandatanganan nota kesepahaman (MoU) di Hotel Neo, Semarang, Minggu (1/2) kemarin.

Sebelumnya, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) juga sudah meneken MoU dengan Partai Golkar. Selain itu, PDIP juga dipastikan mengusung calon wali kota sendiri. Bahkan, dua parpol yang memiliki kursi di parlemen dipastikan merapat ke PDIP, yakni PKB dan Partai Nasdem. Praktis, tinggal dua partai yang belum jelas arahnya, yakni Partai Demokrat dan PPP. Keduanya dipastikan tak bisa mengusung calon sendiri, lantaran jumlah kursi dewan yang dimiliki hanya 6 dan 2 kursi.

Koalisi Gerindra dan PAN dipastikan akan mengusung calon wali kota sendiri dalam pesta demokrasi lima tahunan yang rencananya akan digelar pada Desember 2015 atau awal 2016 mendatang. Jumlah kursi parlemen kedua partai sudah memenuhi syarat minimal 20 persen atau 10 kursi dewan. Di DPRD Kota Semarang, Gerindra memiliki 7 kursi dan PAN 4 kursi, sehingga kalau digabungkan berjumlah 11 kursi. Jumlah tersebut sudah cukup untuk mengajukan calon wali kota.

Dalam deklarasi koalisi kemarin, Gerindra diwakili oleh Ketua DPC Suhariyanto, sedang PAN diwakili Ketua DPD Wachid Nurmiyanto. Kedua sekretaris partai juga ikut tanda tangan, yakni Hermawan Sulis Susnarko dari Gerindra dan Yanuar Muncar Riyanto dari PAN. Usai menandatangani kesepakatan bersama, Suhariyanto menegaskan, kedua partai ini siap mengusung pasangan calon wali kota-wakil wali kota pada pilwalkot mendatang.

”Koalisi ini dibangun atas dasar kesamaan platform dan tujuan untuk bersama-sama membangun Kota Semarang agar lebih baik lagi ke depannya,” ujar Suhariyanto.

”Tanpa PAN, Gerindra bukan siapa-siapa, demikian juga PAN, tanpa Gerindra bukan siapa-siapa, kedua partai juga bukan siapa-siapa kalau tidak memiliki pasangan wali kota dan wakil wali kota, jadi kami sepakat berkoalisi pada pilwalkot mendatang,” imbuh Suhariyanto.

Dikatakan, saat ini selama lima tahun terakhir perkembangan Kota Semarang belum maksimal. Bahkan bisa dikatakan stagnan. Apalagi jika dibandingkan dengan kota-kota lain yang jadi ibu kota provinsi di Pulau Jawa.

”Kami prihatin dengan perkembangan Kota Semarang yang belum maksimal, kami ingin lima tahun mendatang lahir figur pembaharu kota yang bisa membawa kota ini lebih maju lagi dan masyarakatnya bisa sejahtera,” tegas Suhariyanto.

Saat ditanya kapan mulai membuka pendaftaran calon, Suhariyanto menyatakan, kesepakatan koalisi ini merupakan tahap awal yang nanti akan dilanjutkan dengan langkah-langkah lanjutan seperti pendaftaran dan penjaringan kandidat. ”Sampai sekarang belum dibicarakan, yang jelas kita ingin mencari figur yang memiliki elektabilitas tinggi, serta mampu membawa Kota Semarang lebih maju lagi,” tandasnya.

Ketua DPD PAN Kota Semarang Wachid Nurmiyanto, menyambut gembira koalisi ini. Menurutnya, koalisi ini bisa menjadi besar dengan dukungan masyarakat Semarang. ”Ini embrio koalisi, kami berkomitmen untuk membesar koalisi ini,” ujarnya. Pihaknya juga masih terus menjalin komunikasi intensif dengan partai lain di luar Gerindra dan PAN.

”Kami berdua sebenarnya sudah cukup mengajukan calon wali kota dan wakil wali kota pada pilwalkot mendatang, namun kami masih terus menjalin hubungan dengan semua parpol sehingga kekuatannya makin besar,” katanya.

Mengenai siapa kandidat wali kota yang bakal diusung, Wachid Nurmiyanto mengaku belum tahu karena nanti masih akan dibicarakan lebih lanjut. (zal/aro/ce1)