Didi Kempot Kaget Disandingkan Jokowi

154
ASLI JATENG: Anggota DPD RI Bambang Sadono menyerahkan buku ”100 Tokoh Jawa Tengah Edisi 2015” kepada penyanyi campursari Didi Kempot saat peluncuran buku tersebut. (AJIE MH/RADAR SEMARANG)
ASLI JATENG: Anggota DPD RI Bambang Sadono menyerahkan buku ”100 Tokoh Jawa Tengah Edisi 2015” kepada penyanyi campursari Didi Kempot saat peluncuran buku tersebut. (AJIE MH/RADAR SEMARANG)
ASLI JATENG: Anggota DPD RI Bambang Sadono menyerahkan buku ”100 Tokoh Jawa Tengah Edisi 2015” kepada penyanyi campursari Didi Kempot saat peluncuran buku tersebut. (AJIE MH/RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Siapa sangka Jateng pernah melahirkan tokoh-tokoh besar yang berpengaruh dalam memajukan masing-masing daerah. Dari budayawan, seniman, pengusaha, hingga politikus. Semua figur itu telah dibukukan dalam buku ”100 Tokoh Jawa Tengah Edisi 2015” yang dihimpun anggota DPD RI Bambang Sadono.

Salah seorang tokoh yang diprofil tersebut adalah pengarang lagu sekaligus penyanyi campursari asal Surakarta, Didi Kempot. Dia mengaku tidak menyangka dianggap menjadi salah satu tokoh paling berpengaruh di Jateng. Didi sendiri tidak tahu apa kelebihannya hingga disandingkan dengan figur-figur top seperti Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, bahkan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi). ”Jujur, saya kaget sekaligus minder dimasukkan dalam buku ini. Lha saya ini pernah berbuat apa, kok dikategorikan jadi orang berpengaruh,” ungkap Didi Kempot setelah acara peluncuran buku ”100 Tokoh Jawa Tengah Edisi 2015” di Hotel Santika Premiere Semarang, akhir pekan lalu.

Seniman yang dianggap Bambang sebagai mantan pengamen jalanan masuk gedongan ini mengaku jadi makin termotivasi untuk terus berkarya. Sebagai pemerhati musik khas Jateng, Didi Kempot berjanji akan terus berkarya demi memajukan budaya.
Sementara itu, menurut Setjen DPD RI Sudarsono Hardjosoekarto, buku tersebut bisa menjadi inspirasi bagi generasi muda. Juga mendorong kemajuan dengan publikasi para tokoh yang memang berjasa untuk Jateng.

”Potensi penduduk Jateng telah banyak berkiprah demi kemajuan bangsa baik di lokal Jateng maupun di tingkat nasional. Presiden Jokowi, Menristek M. Nasir, Mendagri Tjahjo Kumolo, dan Ketua MK Arief Hidayat, merupakan beberapa contoh orang Jateng yang berjasa dan sangat menginspirasi di tingkat nasional,” ungkap Sudarsono yang juga asli Sragen.

Ditambahkan Bambang, meski buku ini hanya butuh waktu enam bulan untuk penulisan, tapi memakan waktu bertahun-tahun untuk mengumpulkan data. Dia menggunakan teknik wawancara serta bermacam literasi yang kuat sebagai bukti nyata mereka sebagai inspirasi dan berpengaruh. Kriteria pemilihan tokoh juga didasar pada jabatan dan posisi mereka saat ini. Hal tersebut sudah menjadi seleksi tersendiri bagi mereka sebagai tokoh.

Buku tersebut lanjutnya, merupakan rangkaian beberapa buku yang sudah ia garap berpuluh tahun lalu. Hanya saja setiap edisinya selalu ditambah dan direvisi untuk pembaharuan. Edisi ini akan dicetak hingga 10 ribu eksemplar. ”Ini edisi cetak ulang karena ada beberapa tokoh yang perlu diperbarui pada terbitan sebelumnya,” tandas Bambang Sadono.

Buku setebal 424 halaman itu disajikan dengan full colour sehingga foto-foto para tokoh terlihat jelas. Buku ber-cover tokoh wayang itu diterbitkan oleh PT Citra Almamater baru. Sekjen DPD RI, Sudarsono Hardjosoekarto mengatakan pihaknya mendukung penuh terbitnya buku tersebut.

”Sebanyak 2.000 eksemplar buku ini nantinya akan kita bagi ke perpustakan SMP dan SMA se-Jateng. Generasi pelajar perlu mengetahui bahwa Jateng memiliki tokoh yang sukses dan bisa menginspirasi bagi mereka,” pungkasnya. (mg16/ric/ce1)