SEMARANG – Gubernur Jateng Ganjar Pranowo menginstruksikan kepada pengusaha di provinsi ini untuk mengalihkan angkutan barangnya melalui kereta api (KA). Selain untuk efisiensi, hal itu juga untuk mengurangi beban jalan raya sehingga tidak cepat rusak.

”Saya telah minta Pak Edi (Edi Sukmoro, Dirut PT KAI) untuk menambah jumlah kereta angkutan barang. Jika nantinya beroperasi, angkutan dengan berat di atas jumlah tertentu wajib menggunakan kereta,” ungkapnya.

Ganjar menilai langkah tersebut merupakan solusi atas berbagai permasalahan jalan rusak yang ada di Jateng. Terlebih setelah beberapa kali melakukan inspeksi mendadak (sidak) pada sejumlah jembatan timbang, diketahui mayoritas kendaraan barang melebihi batas tonase yang ditentukan. ”Selama kurang lebih satu jam saya memantau, hanya satu yang lolos uji jembatan timbang,” imbuhnya.

Di antara jenis angkutan barang yang kerap melakukan pelanggaran, lanjut Ganjar, didominasi oleh truk pengangkut semen, besi, keramik, dan pasir. Ia mencontohkan, di Kecamatan Sarang Kabupaten Rembang diketahui ada sekitar 100 truk pengangkut semen per harinya. Itu saja baru pada satu titik. ”Jika barang-barang tersebut telah dialihkan ke kereta api maka tentu dapat mengurangi beban jalan raya secara signifikan,” harapnya. (fai/ric/ce1)