500 Angkot Tak Layak Jalan

182

ANGKUTAN umum yang beroperasi di Kota Semarang masih banyak yang belum memenuhi standar layak jalan. Dari ribuan angkutan kota (angkot) yang beroperasi, sedikitnya 500-an unit yang tidak layak jalan.

Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kota Semarang, Agus Harmunanto, mengakui jumlah angkot yang beroperasi di Kota Semarang mencapai di atas 1.000 unit. Namun dari jumlah kendaraan yang beroperasi itu, separo lebih tak layak jalan.

”Ada sekitar 500-an angkot yang tidak layak jalan. Mulai surat kendaraan banyak yang mati, bodi sudah rapuh, ban tipis atau vulkanisiran serta lampu tidak menyala,” katanya kepada Radar Semarang, Minggu (1/2) kemarin.

Menurutnya, ratusan angkot yang tidak layak jalan itu diketahui dari hasil operasi gabungan yang dilakukan Dishubkominfo dengan kepolisian. Operasi digelar tiga kali dalam seminggu. ”Kita gandeng kepolisian untuk melakukan operasi penertiban kelayakan angkutan umum ini. Operasi kita lakukan di terminal angkot, dan luar terminal baik di jalur selatan, timur, maupun barat,” ujarnya.

Diakuinya, kendaraan yang melanggar persyaratan layak jalan ditilang dan disidangkan ke Pengadilan Negeri. Hanya saja, pihaknya mengakui masih terkendala dengan rendahnya denda persidangan. Sehingga para sopir tidak jera beroperasi lagi.
”Petugas juga kerap kucing-kucingan dengan para sopir. Setelah dilakukan penilangan dan persidangan, mereka mengoperasikan lagi kendaraannya setelah mengambil surat tilang di pengadilan,” keluhnya.

Terkait adanya rencana penghapusan angkot, pihaknya mengatakan di Kota Semarang tidak ada penghapusan melainkan peremajaan angkot.

”Kalau penghapusan itu tidak ada. Mungkin peremajaan. Sebab, angkot yang sudah beroperasi 10 tahun lebih, harus sudah diganti. Sehingga kendaraan itu tetap layak jalan. Tapi, para pengusaha atau pemilk angkot tidak melakukan itu,” katanya.
Ketua Komisi B DPRD Kota Semarang, Mualim, mengakui masih melakukan pengkajian terhadap adanya wacana penghapusan angkot. Menurutnya, wacana ini merupakan permasalah serius jika nantinya rencana itu diberlakukan.

”Wacana ini masih kami lakukan pengkajian. Sebab, jika nantinya rencana itu (penghapusan angkot) diberlakukan, dampaknya akan dirasakan masyarakat sendiri. Terutama di wilayah-wilayah yang selama ini hanya dilayani angkot, kalau dihapus masyarakat bisa telantar,” terangnya.

Pihaknya berjanji akan melakukan koordinasi dengan dinas terkait serta pengusaha angkot jika rencana itu diberlakukan. ”Pada intinya, kami masih melakukan pengkajian. Jangan sampai rencana itu hanya menguntungkan sepihak saja,” katanya. (mha/aro/ce1)