MLATIBARU – Penanggulangan banjir dan rob masih menjadi perhatian serius Pemkot Semarang. Yang masih menjadi pekerjaan rumah (PR) pemkot saat ini adalah menyelesaikan sistem banger. Pemkot sendiri telah menggelontorkan dana sebesar Rp 50 miliar untuk sistem tersebut.

”Sistem tersebut akan meliputi sejumlah komponen di antaranya penutupan Kali Banger, pembangunan polder di sekitar muara, sehingga air laut tidak akan masuk melewati Kali Banger. Harapannya saat turun hujan air akan dimasukkan ke polder. Ini akan dilelangkan dan harapannya akan dapat selesai di akhir tahun,” terang Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi, di sela dialog jalan sehat bersama warga Kelurahan Mlatibaru Semarang Timur, kemarin (1/2).

Meski demikian, wali kota menyatakan, bahwa pekerjaan ini tidak lantas selesai. Jika pembangunan telah selesai namun tidak diimbangi dengan kondisi lingkungan dan saluran yang bersih dari sampah, tentu air tidak bisa mengalir dengan lancar dan tidak bisa mengalir ke tempat yang lebih rendah. ”Untuk itu pastikan saluran, got, dan selokan agar bersih dari sampah. Dimulai dari lingkungan sendiri yang kemudian dikoordinasikan secara bersama-sama dengan RT dan RW sehingga di musim hujan berikutnya tidak akan lagi bermasalah,” terangnya.

Wali kota mengakui wilayah tersebut cenderung akrab dengan rob dan banjir apalagi di musim penghujan seperti yang terjadi saat ini. Untuk itu warga setempat harus cermat memperhatikan infrastruktur dan kondisi kebersihan lingkungan. ”Jangan ada sampah yang menyumbat saluran air sehingga volume air hujan yang tinggi pun akan tetap dapat mengalir dengan lancar,” tandas wali kota yang datang didampingi oleh Sekda Kota Semarang dan para Kepala SKPD. (zal/ce1)