Warga Kandangserang Khawatirkan Terjadi Longsor Susulan

112

KAJEN-Teror bencana tanah longsor di Kecamatan Kandangserang Kabupaten Pekalongan, tidak hanya menghantui warga di sekitar bukit Wadas Jaran setinggi 300 meter. Kini, tebing lain setinggi 8 meter dan lebar 30 meter di atas permukiman warga RT 06 Desa Kandangserang Selatan dan talud di RT 04 telah longsor Minggu (25/1) lalu.

Meurut Kepala Desa Kandangserang, Cipto Sumarno, tebing di atas RT 06 telah longsor dan menimpa tiga rumah warga pada Minggu (25/1) lalu. Tiga rumah tersebut, dihuni oleh lima kepala keluarga (KK). Namun pihaknya bersyukur, lantaran tidak menelan korban jiwa dalam kejadian tersebut. “Tebing kecil yang longsor itu tingginya sekitar 8 meter dan lebarnya kurang lebih 30 meter. Alhamdulillah tidak ada korban jiwa,” jelas Cipto kepada Radar Semarang, Jum’at (30/1) kemarin.

Demikian halnya dengan talud penyangga tebing yang terdapat di RT 04 juga jebol. Atas kejadian itu, kata Cipto, sedikitnya 12 rumah baik di atas maupun di bawah tebing kondisinya kritis. Ada juga Musala Baitul Makmur di RT 07 yang mulai terkikis longsor. Untuk mengantisipasi terjadinya longsor susulan, pihaknya telah meminta bantuan berupa terpal ke BPBD Kabupaten Pekalongan. Terpal tersebut diharapkan bisa mengantisipasi terjadinya longsor susulan. “Terpal itu kami gunakan untuk menutup tebing di sekitar musala di RT 07,” imbuhnya.

Kepala BPBD Kabupaten Pekalongan, Bambang Sudjatmiko mengatakan bahwa pihaknya masih menunggu kajian dari tim teknis terkait penanganan yang tepat dalam mengantisipasi longsor Minggu (25/1) lalu. “Kami sudah memberikan terpal sesuai permintaan warga. Namun untuk langkah darurat masih dikaji. Sebab kami juga khawatir, apakah nantinya terpal menampung air atau tidak,” imbuhnya.

Sebagaimana diketahui, setiap kali intensitas hujan turun lebih dari tiga jam, warga Dukuh Kandangserang Selatan, Desa Kandangserang selalu mengungsi. Sebab, bukit Wadas Jaran yang tepat berada di atas permukiman warga merupakan titik rawan longsor yang menebar ancaman kapan saja.

Sebagaimana curah hujan 12 jam yang terjadi Senin (19/1) siang hingga Selasa (20/1) dinihari lalu, ratusan warga yang terdiri atas anak-anak, wanita dan lansia berbondong-bondong menuju lokasi posko evakuasi dan pengungsian sejak Senin (19/1) pukul 17.00.

Sekretaris Camat Kandangserang M Ilyas mengatakan, terdapat 205 warga yang berasal dari RT 4, 5 dan 6 Dusun Kandangserang Selatan yang mengungsi. Yakni 30 orang menginap di kantor Kecamatan Kandangserang, sebanyak 20 orang di Polsek Kandangserang, di eks Gedung PNPM terdapat 17 orang, gedung KRPH 56 orang dan gedung MWC NU 26 orang. Ada juga yang mengungsi di sanak keluarganya yang tidak terimbas bencana sebanyak 56 jiwa. “Warga mulai kembali ke rumah masing-masing Selasa (21/1) sekitar pukul 04.00,” ungkapnya.

Imbauan mengungsi jika hujan lebih dari tiga jam tersebut berdasarkan informasi dari Badan Geologi di Bandung, Balai ESDM dan BPBD Kabupaten Pekalongan. Sebab, selain rawan longsor, daerah tersebut juga berpotensi terkena dampak banjir bandang dari Sungai Gintung. Di Dusun Kandangserang Selatan terdapat dua RW dengan penduduk 815 jiwa terdiri atas 219 KK dan 154 rumah. (hil/ida)