Pemprov Didesak Ambil Langkah

158
Muhammad Rodhi. (Dok/RASE)
Muhammad Rodhi. (Dok/RASE)
Muhammad Rodhi. (Dok/RASE)

SEMARANG – Pembebasan lahan tol Bawen-Solo yang tidak kunjung selesai membuat kalangan DPRD Jateng ikut bicara. Apalagi, molornya karena masalah harga yang tidak sesuai dengan keinginan warga. Selain itu, ada perbedaan harga antara warga satu dengan warga lainnya. Dewan mendesak, agar Pemprov Jateng mengambil langkah bijak dan cepat untuk menyelesaikan persoalan tersebut.

”Jangan sampai pembebasan lahan berlarut-larut, karena ini akan berdampak pada pembangunan fisik,” kata Anggota Komisi D DPRD Jateng, Muhammad Rodhi. Ia meminta Pemprov Jateng bergerak cepat agar bisa menyelesaikan masalah tersebut. Pemerintah juga harus bisa menyeleraskan harga yang sesuai antara pemilik lahan satu dengan pemilik lahan lain. Sebab dengan adanya perbedaan, justru akan menghambat pembebasan lahan. Meski harus sama, tetap menyesuaikan harga awal yang sudah disepakati. ”Masalah harga ini memang cukup pelik, karena ada ketidaksepahaman antara pemerintah dan warga. Ini harus segera diselesaikan,” imbuhnya.

Politisi PKS ini mengaku kecewa dengan terus molornya pembangunan ruas tol Bawen-Solo. Sebab, janji pemerintah tidak kunjung direalisasikan secepatnya. Padahal Presiden Jokowi sudah sering kali menegaskan, agar pembangunan jalan tol bisa dimulai 2015. ”Ini sudah instruksi presiden lho, mestinya harus segera dilaksanakan. Apalagi jalan tol Bawen-Solo sudah molor bertahun-tahun,” tambahnya.

Wakil Ketua Komisi D DPRD Jawa Tengah, Hadi Santoso menilai Pemprov Jateng terkesan lamban dalam pembangunan tol Semarang-Solo. Ia mengkritik pembangunan yang tidak kunjung rampung, meski sudah tiga periode pergantian Gubernur Jateng. ”Dulu tahun 2012 sudah dicanangkan pembangunan jalan tol selesai. Tapi ternyata sampai sekarang tetap belum rampung dan terus molor,” katanya.

Ia menambahkan, dengan keterlambatan pembangunan tentu akan memengaruhi biaya yang dikeluarkan. Selain itu, ia juga khawatir, ketika tidak kunjung selesai, masyarakat yang sudah dibeli lahannya kembali menempati. Sebab, lamanya proses pembangunan, membuat masyarakat Jateng lupa jika ada pembangunan tol Bawen-Solo. “Jika diamati, dari sekian banyak proyek pemprov hampir sebagian besar terkendala pembebasan lahan. Mestinya ada terobosan agar pembangunan tidak berlarut-larut,” tambahnya. (fth/ric/ce1)