Kelulusan Siswa Ditentukan Sekolah

161

KENDAL – Rencana penghapusan Ujian Nasional (UN) oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Dasar dan Menengah, Anies Baswedan sebagai syarat kelulusan siswa mendapat sambutan positif dari praktisi maupun pengamat pendidikan di Kendal. Sebab UN tidak hanya menjadi beban guru, tapi lebih utama menjadi beban siswa ketika akan menghadapi UN.

Kepala Sekolah SMA PGRI 1 Kendal, Pujo Dwiharjono mengatakan, penghapusan UN akan menguntungkan para siswa. Sebab selam ini, UN dianggap sebagai sebuah momok yang menakutkan bagi para siswa tingkat akhir. Karena keberhasilan belajar siswa selama sekolah hanya ditentukan dari hasil UN yang diraihnya. Apabila nilai UN tidak memenuhi standar kelulusan, maka siswa dinyatakan gagal dan harus mengulang di tahun berikutnya. Sehing justru menjadi penghambat pendidikan. “Dengan penghapusan UN, akan terjadi tolok ukur kelulusan yang berbeda-beda. Kelulusan siswa nantinya akan ditentukan oleh pihak sekolah masing-masing. Jika sebelumnya kelulusan memakai perbandingan 60 persen dari hasil UN dan 40 persen dari hasil UAS, maka sistem itu akan dirubah menjadi masing-masing 50 persen, untuk penilaiannya,” katanya.

Ia menambahkan, tidak menutup kemungkinan tetap masih ada siswa yang tidak lulus. Hanya saja, mereka tidak perlu tinggal kelas tetapi cukup mengulang ujiannya saja. Pelaksanaan ujian susulan sendiri diperkirakan tidak akan lama tetapi hanya beberapa bulan dari pelaksanaan ujian yang terakhir. “Tapi kami masih menunggu instruksi selanjutnya dari Dinas Pendidikan Kendal nanti seperti apa metodenya,”imbuhnya.

Dewan Pendidikan Kendal, Agung Imam Setyobudi mengungkapkan, penghapusan UN dianggap sebagai langkah yang tepat. UN selama ini hanya merupakan sebuah ketidakadilan dalam dunia pendidikan saat digunakan sebagai syarat kelulusan mutlak bagi para siswa. Alasanya perbedaan kualitas guru dalam mengajar dan siswa itu sendiri, tidak bisa disamakan antara sekolah satu dengan lainnya. “Penghapusan UN sebagai syarat kelulusan sudah benar. Karena masing-masing sekolah memiliki kualitas dan kemampuan yang berbeda-beda, sehingga syarat kelulusan tidak bisa disamaratakan secara keseluruhan,” katanya.

Kepala Dinas Pendidikan Kendal, Muryono mengatakan dalam UN tahun diprediksi lebih mudah. Sebab sekolah dapat menentukan kelulusan siswa karena memiliki porsi nilai antara UN dengan Ujian Akhir Sekolah (UAS). Yakni ujian sekolah 50 persen dan ujian nasional 50 persen. “Jika dulu perbandingannya 60:40, sekarang 50:50. Jadi peluang lulus siswa lebih besar. Sehingga kami yakin, tahun ini semua siswa di Kendal bisa lulus 100 persen,” tandasnya. (bud/fth)