KETAT : Pemain PSIS Semarang ditempel ketat pemain SSS Semarang dalam pertandingan dengan skor imbang 1-1 di Stadion Jatidiri, semalam. (NURCHAMIM/RADAR SEMARANG)
KETAT : Pemain PSIS Semarang ditempel ketat pemain SSS Semarang dalam pertandingan dengan skor imbang 1-1 di Stadion Jatidiri, semalam. (NURCHAMIM/RADAR SEMARANG)
KETAT : Pemain PSIS Semarang ditempel ketat pemain SSS Semarang dalam pertandingan dengan skor imbang 1-1 di Stadion Jatidiri, semalam. (NURCHAMIM/RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Tim PSIS Semarang kembali gagal memuaskan pecinta mereka di uji coba kedua lawan tim SSS Semarang setelah hanya bermain imbang 1-1 dalam laga yang digelar di Stadion Jatidiri Semarang petang (30/1) kemarin.

Satu gol Mahesa Jenar dicetak oleh gelandang eksplosif mereka, Rizky Yulian Saputra di paruh babak pertama. Sedangkan gol balasan SSS berhasil dilesakkan oleh bomber mereka Mulky di penghujung babak kedua. Dalam laga uji coba kemarin, pelatih M Dofir mencoba dua komposisi yang berbeda di babak pertama dan kedua. Babak pertama, Dofir menurunkan komposisi tim utama mereka dengan memainkan skema pakem 4-2-3-1.

Di pos penjaga gawang, Syaiful Amar petang kemarin turun 90 menit. Sedangkan empat barisan pertahanan, M Dofir mencoba menurunkan Ahmad Ilyas, Anhar Latif, Safrudin Tahar dan Welly Siagian. Kemudian di tengah. Lima gelandang yang mengisi permainan adalah Achmad Agung, Yogi Ardianto, Indra Setiawan, Bakori Andreas dan Rizky Yulian Saputra. Kemudian bomber Hari Nur Yulianto berdiri sendiri sebagai striker tunggal.

Dengan komposisi pemain yang mayoritas merupakan pemain utama PSIS, permainan sebenarnya berjalan cukup menarik. Skema penyerangan dari kaki ke kaki yang diinginkan M Dofir mampu diperankan dengan baik oleh anak-anak PSIS.

Di babak kedua perubahan komposisi terjadi. Sederet pemain muda seperti Elmerio Andrestani, Alfebta Dewangga, Yudha Pramana, Ahmad Ardiansyah, M Tegar, Dani Raharjanto dikomandoi oleh M Yunus yang juga baru dimasukkan di paruh kedua.
Meski secara hasil kemarin timnya gagal memetik hasil yang memuaskan, namun M Dofir mengaku secara permainan pihaknya sedikit puas dengan skema permainan yang ditunjukkan oleh anak-anak asuhnya terutama di babak pertama.

“Contohnya proses gol Rizky itu memang skema permainan yang kami drill dalam latihan dan memang seperti itu yang kami inginkan. Tapi sebenarnya kami mendapat lawan yang tidak tepat karena mereka cenderung bermain kasar bahkan harus ada yang terkena kartu merah,” papar Dofir.

Setelah laga uji coba versus SSS petang kemarin, selanjutnya anak-anak PSIS akan kembali dihadapkan pada uji coba versus tim lokal yaitu Unika pada Selasa (3/2) sebelum menghadapi laga big match versus Persija 7 Februari 2015 mendatang.
“Intinya uji coba seperti ini akan terus kami jadikan bahan evaluasi. Terutama di pertandingan kali ini (kemarin, red) dimana di lini tengah kami masih membutuhkan sosok jenderal yang bisa mengatur tempo permainan,” pungkasnya. (bas/ric)