Arah Kiblat Masjid Akan Dicek

132

UNGARAN- Sejumlah masjid di Kabupaten Semarang ditengarai arah kiblatnya belum tepat. Sehingga Badan Hisab dan Rukyat Daerah (BHRD) Kabupaten Semarang berencana mengecek arah kiblat sejumlah masjid, termasuk musala di sejumlah fasilitas umum seperti hotel, restoran dan stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).

Ketua Badan Hisab dan Rukyat Daerah (BHRD) Kabupaten Semarang, M Solichin, mengatakan, selama ini warga dalam menentuan arah kiblat masjid dan musala hanya kira-kira. Padahal untuk mendapatkan arah kiblat yang tepat mengarah ke Ka’bah di Mekkah dapat menggunakan peralatan seperti teodolite dan misfalah kiblat. Sehingga pihaknya berencana untuk mengecek arah kiblat sejumlah masjid di Kabupaten Semarang.

“Rencananya semua masjid termasuk di fasilitas umum akan kita cek arah kiblatnya. Kalau di Masjid Istiqomah dan Masjid Agung IPHI Ungaran sudah benar arah kiblatnya,” tutur Solichin, Jumat (30/1) kemarin.

Tetapi pengecekan arah kiblat masjid di Kabupaten Semarang juga tidak bisa sekaligus. Sebab harus disesuaikan anggaran yang ada, apalagi saat ini belum ada kejelasan anggarannya dari pusat atau daerah. Kendati anggarannya belum jelas berapa, BHRD sudah mulai bekerja melakukan pengecekan arah kiblat di sejumlah masjid atas permintaan warga.

“Kemungkinan anggaran turun Maret. Tapi kita sudah kerja mengecek arah kiblat di beberapa masjid. Termasuk masjid di Mapolres Semarang dan kantor DPU,” imbuh Solichin sembari mengatakan jumlah masjid di Kabupaten Semarang mencapai 1.582 masjid dan musala sebanyak 2.910.

Untuk diketahui, Tim BHRD Kabupaten Semarang yang terdiri atas pegawai Kemenag, Pengadilan Agama, Pemkab, MUI, NU dan Muhammadiyah, dilantik Bupati Semarang pada Desember 2014. Sementara ini BHRD berkantor di Kompleks Kemenag di Ungaran.
“Kami terbuka bagi masyarakat yang ingin berkonsultasi masalah arah kiblat, bisa datang ke kantor,” katanya. (tyo/aro)