ADU IDE: IT Contest dengan tema Mikrotik My Small Business yang digelar di auditorium FTI UKSW kemarin. (DHINAR SASONGO/RADAR SEMARANG)
ADU IDE:  IT Contest dengan tema Mikrotik My Small Business yang digelar di auditorium FTI UKSW kemarin. (DHINAR SASONGO/RADAR SEMARANG)
ADU IDE: IT Contest dengan tema Mikrotik My Small Business yang digelar di auditorium FTI UKSW kemarin. (DHINAR SASONGO/RADAR SEMARANG)

SALATIGA – Dalam rangka memupuk jiwa kewirausahaan serta pengembangan konsep bisnis berbasis teknologi informasi (TI), Program Studi Teknik Informatika Fakultas Teknologi Informasi (FTI) Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) menyelenggarakan IT Contest yang mengusung tema “Mikrotik My Small Business,” Kamis (29/1).

Ketua panitia Lilik Sugiyanto menjelaskan, IT Contest merupakan lomba setting dan desain hotspot login mikrotik yang digelar bagi mahasiswa dan siswa SMK yang memiliki konsentrasi Teknik Komputer Jaringan serta Rekayasa Perangkat Lunak.

“Kontes ini diikuti oleh delapan tim yang berasal dari mahasiswa FTI UKSW serta SMK di Salatiga, dari total delapan tim tersebut kami membaginya menjadi dua sesi, dan setiap sesi memperoleh alokasi waktu satu jam untuk menyelesaikan desain rancangan,” ungkap Lilik.

Lebih lanjut dikatakan Lilik, mikrotik sengaja dipilih karena merupakan salah satu perangkat murah yang memiliki banyak fitur. “Pemanfaatan mikrotik sangat membantu dalam manajemen jaringan, sehingga peluang untuk berwirausaha menggunakan mikrotik sangat terbuka lebar,” jelasnya.

Beberapa hal yang menjadi bahan penilaian tim juri adalah konsep atau ide dasar yang ingin dibuat dalam bisnis jaringan komputer, konfigurasi, desain, serta originalitas. FTI UKSW yang mengirimkan tiga wakilnya dalam kontes ini berhasil memperoleh juara I dan juara III. Sedangkan juara II diraih wakil dari SMK Negeri 2 Salatiga. Berturut-turut tampil sebagai juara harapan I hingga III adalah SMK Telekomunikasi Tunas Harapan, SMK Negeri 1 Tengaran dan SMK Negeri 2 Salatiga.

Ditemui di sela- sela acara, Krisadyani Talentana, guru pendamping peserta dari SMK Telekomunikasi Tunas Harapan mengapresisasi positif kontes mikrotik ini, karena dianggap mampu menambah pengalaman siswanya. Terlebih kompetensi mikrotik diajarkan di sekolah. “Acara ini sangat bagus, selama ini lomba-lomba yang diselenggarakan oleh pemerintah sifatnya individu, baru kali ini kami ikut lomba serupa dalam tim,” katanya.(sas/aro)