H Muhaimin. (WAHIB PRIBADI/RADAR SEMARANG)
H Muhaimin. (WAHIB PRIBADI/RADAR SEMARANG)
H Muhaimin. (WAHIB PRIBADI/RADAR SEMARANG)

DEMAK – Masyarakat yang ingin menunaikan ibadah haji dan masih menabung, sepertinya harus lebih banyak bersabar. Sebab, antrean haji makin panjang dan belum bisa diberangkatkan secara masal. Di Kabupaten Demak, daftar haji sekarang maka baru bisa berangkat pada 2030 mendatang. Artinya, harus rela menunggu selama 15 tahun. Untuk bisa daftar dan mendapatkan kursi saja, mereka harus membayar uang muka dulu sebesar Rp 25 juta. Berdasarkan data Kemenag Demak, daftar tunggu (waiting list) haji mencapai 23 ribu orang lebih.

Kepala Kementerian Agama (Kemenag) Demak , M Thobiq melalui Kasi Haji dan Umrah, Muhaimin mengakui jika minat warga untuk ibadah haji sangat tinggi. Tapi karena kuota haji terbatas, maka harus antre bertahun-tahun. Apalagi, hingga kini pemangkasan kuota sebesar 20 persen secara nasional oleh pemerintah Arab Saudi untuk Indonesia masih berlangsung hingga 2016 mendatang. Karena itu, kondisi itu akan makin memperpanjang antrean haji. Sebab, renovasi kawasan Masjidil Haram masih dilakukan sampai sekarang. “Pada 2015 ini kuota pemberangkatan haji untuk Demak hanya sekitar 873 orang,” katanya.

Jumlah tersebut terbilang turun dari pemberangkatan 2014 lalu yang mencapai 1.014 orang jamaah. Untuk berangkat tahun ini, jamaah harus melunasi ongkos naik haji (ONH) dengan jumlah total antara Rp 38 juta sampai Rp 39 juta per orang. Makin mahalnya biaya haji lantaran nilai mata uang dollar AS terus menguat. Sebaliknya, nilai uang rupiah sering mengalami penurunan sehingga berdampak pada besaran biaya haji. “Kalau jamaah haji yang sempat tertunda pada 2013 dan baru berangkat pada 2014 lalu justru dapat pengembalian uang ongkos haji rata-rata sebesar Rp 4 juta. Sebab, saat pelunasan mereka membayar Rp 35 juta. Namun, dalam perkembangannya nilai dollar turun sehingga ongkos haji hanya sekitar Rp 31 juta. Dengan demikian, sisanya dikembalikan kepada jamaah,” imbuhnya.

Muhaimin menambahkan, sekarang sistem atau mekanisme pelunasan ONH telah berubah. Bila sebelumnya bisa melalui bank konvensional, maka sekarang wajib melunasi melalui bank berlabel Syariah. Meski begitu, bila jamaah yang sebelumnya sudah menabung melalui bank konvesional, maka tinggal mengalihbukukan ke sistem Syariah yang ada di bank tersebut. Hanya saja, di Demak tidak semua bank memiliki sistem Syariah. “Kalau di daerah itu belum bank syariah, lembaran pelunasan juga tetap harus berlogo Syariah,” tambahnya.

Ketetapan adanya perubahan mekanisme pelunasan ONH itu telah diatur Dirjen Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah Kemenag RI Nomor Dt.VI.IV/I/HJ.00/5668/2015 tertanggal 14 Januari 2015 tentang mekanisme pelaksanaan setoran lunas calon haji 2015. Ia menjelaskan untuk masyarakat yang tidak mau antre haji biasa, mereka bisa mendaftar haji plus di Kantor Wilayah Kemenag Jateng. Antrean bagi haji plus lebih pendek, yakni antara 6 hingga 7 tahun. Meski demikian, konsekuensinya calon haji harus berani menanggung biaya pemberangkatan lebih besar. Ongkos haji plus nilainya tiga kali lipat dari haji biasa. “Karena itu, biayanya bisa mencapai Rp 100 juta lebih per orang dengan standar dollar AS. (hib/fth)