TURUN : Angkutan umum di Kabupaten Magelang menyepakati penurunan tarif sebesar 12 persen. (MUKHTAR LUTFI/Radar Kedu)
TURUN : Angkutan umum di Kabupaten Magelang menyepakati penurunan tarif sebesar 12 persen. (MUKHTAR LUTFI/Radar Kedu)
TURUN : Angkutan umum di Kabupaten Magelang menyepakati penurunan tarif sebesar 12 persen. (MUKHTAR LUTFI/Radar Kedu)

MUNGKID—Setelah melalui pembahasan mendalam, tarif angkutan di Kabupaten Magelang akhirnya mengalami penurunan sebesar 12 persen. Penurunan ini atas kesepakatan Organda dan dinas perhubungan.

”Sudah disepakati adanya penurunan tarif. Kita akan memantau pelaksanaannya,” kata Kepala Bidang Angktuan Dishub Kabupaten Magelang, Sugiyarto, keamrin.

Menurutnya, jika dirupiahkan penurunan berkisar antara Rp 500 sampai Rp 1.000. ”Kesepakatan ini didasarkan hasil survei harga berbagai jenis suku cadang (spare part) pascapenurunan harga bahan bakar minyak (BBM),” kata dia.

Dari hasil survei yang dilakukannya, harga sebagian suku cadang berbagai jenis dan merk yang banyak dipergunakan armada angkutan umum juga sudah turun. ”Mengikuti harga BBM,” katanya, kemarin.

Wakil Sekretaris Organda, Mustofa, penetapan tarif itu sudah diajukan kepada Bupati Magelang dijadikan kebijakan dalam bentuk surat keputusan (SK). Meski begitu, kesepakatan itu sudah dilakukan para awak angkutan.

Begitu kesepakatan itu disosialisasikan ke seluruh paguyuban awak angkutan, kata dia, tarif angkutan kembali seperti sebelum terjadi kenaikan harga BBM di pertengahan November tahun lalu.

“Karena sebenarnya, tarif angkutan yang mayoritas merambah jalur pedesaan lebih bersifat fleksibel. Berdasar kesepakatan antara awak armada dengan penumpang dan disesuaikan dengan jarak tempuh dan medan jalan yang dilalui” ujar Mustofa.

Sebelumnya Organda sempat mengeluh dengan kebijakan pemerintah mencabut subdisi BBM yang berakibat pada fluktuasi harga bensin. Tidak menutup kemungkinan tarif angkutan juga akan fluktuatif. Sebelum kesepakatan ini turun banyak angkutan menerapkan tarif sendiri-sendiri. (vie/lis)