CEK ADMINISTRASI: Gubernur Jateng Ganjar Pranowo bertanya kepada sejumlah petugas saat sidak ke jembatan timbang (JT) Klepu, Kabupaten Semarang, kemarin. (Ahmad Faishol/Radar Semarang)
CEK ADMINISTRASI: Gubernur Jateng Ganjar Pranowo bertanya kepada sejumlah petugas saat sidak ke jembatan timbang (JT) Klepu, Kabupaten Semarang, kemarin. (Ahmad Faishol/Radar Semarang)
CEK ADMINISTRASI: Gubernur Jateng Ganjar Pranowo bertanya kepada sejumlah petugas saat sidak ke jembatan timbang (JT) Klepu, Kabupaten Semarang, kemarin. (Ahmad Faishol/Radar Semarang)

SEMARANG – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Kamis (29/1) kembali melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke jembatan timbang (JT). Kali ini JT Klepu Kabupaten Semarang yang menjadi sasarannya. Dalam sidak tersebut Ganjar menemukan banyak kendaraan berat melebihi tonase dan jaringan internet yang padam.

Seperti biasa, tiba-tiba Ganjar memerintahkan rombongan untuk menepi setelah pulang dari perjalanan dinas dari Karanganyar. Entah kebetulan atau tidak, jembatan yang kembali dibuka pada 19 Januari lalu itu diketahui tutup. Usus punya usut, hal itu disebabkan jaringan internet padam sehingga tidak bisa melakukan pelayanan sesuai dengan Standard Operational Procedure (SOP)-nya. Namun, yang membikin gubernur sedikit kecewa, jaringan internet itu mati sejak pukul 16.15 WIB dan tidak ada perbaikan hingga sekitar pukul 19.00 WIB.

”Ini bagaimana, sudah ada yang lapor belum? Kalau tutup begini, banyak angkutan barang yang lolos alias gratis,” ungkap Ganjar kepada salah satu petugas yang diketahui bernama Suroso.

Lantaran masih merasa shock dengan kedatangan gubernur, beberapa petugas pun terlihat kelimpungan. Sebagian ada yang mencoba menelepon, sebagian lain merapikan ruang kerja mereka. ”Coba mana saya hubungi atasanmu,” imbuh Ganjar kemudian menelepon Kabag Komindo Dishubkominfo Jateng, Edy Supriyanta.

Berdasarkan informasi Edy, terputusnya jaringan internet disebabkan jaringan Speedy wi-fi yang disediakan PT Telkom sedang down. Sehingga harus menunggu petugas Telkom untuk memperbaikinya. Meski begitu, Edy memastikan secepatnya petugas Telkom akan datang.

Sembari menunggu petugas Telkom memperbaiki, Ganjar meminta petugas JT untuk menunjukkan sistem administrasi sejak dibukanya kembali JT Klepu tersebut. Diketahui ada sekitar 70 pelanggaran sehingga mengharuskan petugas menarik denda atau melakukan tilang. ”Kesemuanya kelebihan muatan,” imbuh Sudalto petugas JT lain.

Kali ini Ganjar tidak menemukan kecurigaan. Sebab jumlah denda laporan yang disampaikan sesuai dengan kenyataan. Namun keadaan sedikit berbeda saat JT mulai berfungsi kembali. Sejumlah angkutan barang mulai masuk untuk melakukan penimbangan.

Dari sekian jumlah kendaraan yang ditimbang, seluruhnya memiliki beban di atas tonase yang ditentukan. Walhasil, KIR mereka kemudian ditahan dan diminta untuk membayar denda. Tidak hanya sekali, bahkan satu kendaraan diketahui melanggar beberapa kali. Selama Ganjar memantau, hanya satu yang memenuhi ketentuan atau lulus dari JT. ”Jika ini dibiarkan terus-menerus lama-lama jalan akan rusak. Harus dilakukan hitung ulang agar batasnya sesuai dan menimbulkan efek jera,” imbuhnya.

Lantaran jumlah kendaraan semakin mengular, sebagian kendaraan pun dibiarkan melaju oleh petugas. Ganjar pun hanya tersenyum membiarkan mereka lolos tanpa melakukan penimbangan.

”Saya setuju dengan rencana Pak Jonan (Ignasius Jonan, Menteri Perhubungan) yang akan mengambil alih kebijakan jembatan timbang. Sebab hal ini tidak bisa dilakukan sendiri oleh satu provinsi tanpa melibatkan provinsi lain. Yang bisa melakukan hal itu hanya pemerintah pusat,” ungkap Ganjar beberapa saat sebelum meninggalkan lokasi. (fai/ric/ce1)