Pembunuh Mahasiswi Undip Divonis 10 Tahun

158

KRAPYAK – Majelis hakim pada Pengadilan Negeri (PN) Semarang menjatuhkan pidana penjara selama 10 tahun kepada Mustofa, 26, terdakwa kasus pembunuhan mahasiswi Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, Ina Winarni. Hakim menyatakan Mustofa terbukti melakukan tindak pidana pencurian disertai dengan kekerasan hingga menyebabkan korban meninggal dunia.

”Karena semua unsur terpenuhi, maka tidak ada alasan bagi terdakwa untuk tidak dihukum. Terdakwa berakal sehat, dan harus mempertanggungjawabkan perbuatannya,” beber Ketua Majelis Hakim Boedi Soesanto saat membacakan putusannya, Kamis (29/1).

Terdakwa Mustofa dinyatakan bersalah melanggar pasal 365 ayat 2 KUHP. Hukuman juga telah mempertimbangkan seluruh keterangan saksi yang dihubungkan dengan alat bukti yang ada. Vonis yang dijatuhkan ini lebih rendah 2 tahun dari tuntutan jaksa penuntut umum (JPU) Kejari Semarang selama 12 tahun penjara.

Hakim sependapat dengan jaksa, bahwa perbuatan terdakwa menghilangkan nyawa orang lain telah meresahkan masyarakat. Sehingga terdakwa harus dihukum berat. Sedangkan unsur yang meringankan, terdakwa sopan dan kooperatif selama mengikuti persidangan.

Mustofa alias Gondrong adalah warga Desa Ngemplak, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus. Sebelum divonis oleh majelis hakim kemarin, dia sempat bercengkerama dengan sanak keluarga. Dia juga sempat menggendong, dan menciumi anaknya saat hendak masuk di ruang persidangan.

Sejumlah barang bukti yang ada, di antaranya HP Samsung Galaxi dan motor Vario dikembalikan kepada keluarga korban. Sementara barang bukti sepeda motor Yamaha Jupiter dikembalikan lagi kepada terdakwa.

Atas putusan tersebut, baik jaksa Betania dan terdakwa menyatakan menerima. Tak lama setelah putusan selesai, kedua pihak menandatangani berita acara penerimaan putusan hukum. Perkara pembunuhan terhadap Ina Winarni pun selesai, dan telah mempunyai kekuatan hukum tetap.

Seperti diketahui, peristiwa pembunuhan Ina Winarni, mahasiswi Undip terjadi pada Selasa (9/9/2014), di sebuah rumah di Perumahan Graha Estetika, Semarang. Jenazah mahasiswi asal Sumedang, Jawa Barat itu ditemukan di bawah tempat tidur dalam kondisi tangan terikat dan wajah dibekap dengan kain. Saat itu muncul dugaan korban dibunuh pelaku perampokan yang masuk ke dalam rumah. Sebab, motor korban hilang. Tersangka sendiri berhasil dibekuk di Kudus pada Jumat (12/9/2014), setelah dikejar selama 3 hari. (mg21/aro/ce1)