SUDAH LAMA: Lapisan aspal di Terminal Induk Temanggung yang sudah mengelupas. (ISSATUL HANI’AH/RADAR KEDU)
SUDAH LAMA: Lapisan aspal di Terminal Induk Temanggung yang sudah mengelupas. (ISSATUL HANI’AH/RADAR KEDU)
SUDAH LAMA: Lapisan aspal di Terminal Induk Temanggung yang sudah mengelupas. (ISSATUL HANI’AH/RADAR KEDU)

TEMANGGUNG- Terminal Induk Temanggung dikeluhkan berbagai kalangan karena kondisinya saat ini mengalami kerusakan. Berbagai sarana dan prasarana tampak tidak terurus.

Seperti yang tampak, kondisi aspal jalan pintu keluar berbagai angkutan umum ini sudah terkelupas. Banyak lubang dan tidak rata.

Ngajiyo, 50, salah seorang sopir truk muatan asal Walitelon Selatan mengatakan , cukup banyak kerusakan di terminal. Atap mulai jebol, genting berlubang bahkan atap musala bocor. Lampu penerangan ada yang tidak berfungsi.

“Kalau hujan deras datang baru kelihatan bocornya. Bahkan, musala juga mengalami hal yang sama,” jelasnya, Kamis (29/1).

Menurutnya, kerusakan tersebut mulai terlihat sejak lima tahun lalu. Tapi hingga sekarang tak tampak keseriusan untuk memperbaikinya.

Lapisan aspal yang mulai terkelupas mengakibatkan di beberapa titik terlihat batu-batu menonjol. Kondisi ini juga dikeluhkan, khususnya oleh para pengemudi kendaraan. “Sempat dulu ditambal, tapi sekarang kembali terkelupas aspalnya,” keluhnya.

Murtinah, 39, salah seorang pedagang di lapak terminal mengatakan, selain banyaknya kerusakan, kebersihan serta perawatan fasilitas publik ini juga kurang. Tak jarang ia harus memperbaiki sendiri kerusakan, mulai dari lampu, langit-langit yang keropos dan bolong hingga pengecatan bangunan lapak dagangan. “Ya memang kondisinya seperti ini, kami yang memperbaiki sendiri. Padahal saya dan teman pedagang lain juga taat tertib membayar tagihan harian kepada pemerintah,” harapnya.

Petugas Terminal Induk Muji Sugiyanto mengakui kerusakan memang sudah lama. Kerusakan terjadi pada beberapa titik, yakni ruang tunggu, los pedagang dan jalan aspal yang dilewati berbagai kendaraan.

“Kami sudah melaporkannya. Tapi untuk realisasi perbaikan memang belum. Mungkin masih menunggu giliran perbaikan karena menyangkut anggaran, yang jelas kami sudah melapor kepada atasan,” ujarnya. (mg3/ton)