PABELAN – Sejumlah SD di Kecamatan Pabelan, Kabupaten Semarang kekurangan siswa. Dari data di unit pelaksana teknis daerah (UPTD) Pendidikan Kecamatan Pabelan tercatat ada 4 SD yang kekurangan siswa. Keempat SD tersebut rencananya bakal dimerger. Yakni, SDN 01 Pabelan, SDN 02 Pabelan, SDN 01 Tukang dan SDN 02 Tukang. Diduga salah satu penyebab beberapa SD di berbatasan langsung dengan Salatiga itu kekurangan murid lantaran banyak orangtua siswa yang memilih menyekolahkan anaknya di SD di Kota Salatiga. Alasannya, sekolah di Salatiga sarana dan prasarananya lebih lengkap.

Kepala SDN 02 Pabelan, Sri Sugiarti, mengakui murid yang sedikit menyebabkan kegiatan belajar-mengajar menjadi kurang maksimal. Saat ini, jumlah siswa SDN 02 Pabelan hanya 22 siswa. Dengan rincian, kelas 1 sebanyak 4 siswa, kelas 2 (3 siswa), kelas 3 (2 orang), kelas 4 (6 siswa), kelas 5 (3 siswa), dan kelas 6 sebanyak 4 siswa.

“Misalnya untuk praktik sepak bola atau kasti, tidak bisa dilakukan mengingat jumlah siswa setiap kelas tidak cukup. Belum lagi kalau kerja kelompok,” katanya.

Kepala UPTD Kecamatan Pabelan Umi Hartutik mengatakan, rencananya UPTD akan meregruping (merger) sejumlah SD di Kecamatan Pabelan yang kekurangan siswa. Untuk merger SDN 01 dan 02 Tukang, Surat Keputusan (SK) Bupati telah turun. Sedangkan untuk merger SDN 01 dan 02 Pabelan masih diajukan. “Rencananya, 2 sekolah yang digabung akan memakai nama SD Pabelan dan SD Tukang,” jelasnya.

Sedangkan untuk tempat pembelajaran, pihaknya akan melihat kondisi sekolah yang dimerger. “Jika tempatnya jauh, kita akan tempatkan pembelajaran di sekolah sebelumnya. Hanya manajemennya dikelola oleh satu kepala sekolah,” katanya.

Pantauan koran ini, suasana SDN 02 Pabelan yang berada di Desa Daren kemarin terlihat lengang. Lokasi sekolah ini berada di tengah perkebunan karet cukup terpencil. Siswa kebanyakan adalah anak buruh karet yang bekerja di perkebunan setempat. (mg14/aro)