REGENERASI: Salah satu atlet bridge putri Jateng saat bertanding beberapa waktu lalu. (BASKORO S/RADAR SEMARANG)
REGENERASI: Salah satu atlet bridge putri Jateng saat bertanding beberapa waktu lalu. (BASKORO S/RADAR SEMARANG)
REGENERASI: Salah satu atlet bridge putri Jateng saat bertanding beberapa waktu lalu. (BASKORO S/RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Pengprov Gabungan Bridge Seluruh Indonesia (Gabsi) Jateng optimistis menatap babak kualifikasi PON XIX Jabar. Sebanyak 12 atlet yang terdiri dari enam putra dan enam putri telah dipersiapkan oleh induk organisasi cabang bridge tersebut.

Saat ini mereka tengah menjalani pemusatan latihan di Sekretariat Gabsi, Jalan Raung. Di kelompok putra, ada lima nama yaitu Santoso Sie, Kamto, Antony Subroto, Bambang Hartono, dan Juharto.

Sedangkan di bagian putri, dipersiapkan enam nama yaitu Nettin Erinda, Monica Ayu, Fransisca Tri, Gabriella E, Erin Evita, dan Gelda. Atlet-atlet tersebut hasil pemantauan dari berbagai kejuaraan dan tergabung dalam Klub Bridge Djarum.

Sekretaris Umum Gabsi Jateng Tatang Kristiadhi mengatakan, meski tak lagi diperkuat oleh dua atlet putri yang selama ini menjadi andalan Jateng yakni Suci Amita Dewi dan Kristina Wahyu, tetap yakin mampu meloloskan atlet beregu putra/putri. Jika lolos di dua nomor itu, secara otomatis juga meloloskan atlet di semua nomor. Karena itu persiapan harus dilakukan lebih matang. ”Tanpa ada kejuaraan ataupun PON itu, kami selalu melakukan pemusatan latihan untuk atlet proyeksi. Mereka terus aktif mengikuti kejuaraan di berbagai daerah untuk mengasah kemampuan,” kata Tatang.

Dia yakin kekosongan tempat sepeninggal Suci dan Kristina bisa diisi oleh atlet-atlet muda lain. Sebab, saat Kristina dan Suci mengajukan pindah ke Jakarta pada 2013 lalu, Gabsi Jateng bersama klub bridge di Jateng melakukan regenerasi secara intensif.

Menurut Tatang, kemampuan bertanding pemain putri seperti Monica, Gelda, dan Erin makin matang. Mereka terus aktif terjun di berbagai turnamen. Diakuinya, persaingan di sektor putri jauh lebih berat dibanding putra.

Hal itu disebabkan beberapa provinsi seperti Jatim, Jabar, dan Jakarta mengambil pemain matang dari daerah lain. Sedangkan Jateng, murni mengandalkan atlet binaan sendiri. Dengan adanya bantuan dari Klub Bridge Djarum sangat membantu perisiapan Jateng. ”Atlet proyeksi kami mendapat fasilitas dari Klub Djarum bertanding di berbagai daerah. Bahkan, ada rencana akan bermain di luar negeri. Ya ini menjadikan persiapan babak kualifikasi yang kemungkinan digelar Oktober lebih matang,” tutur dia. (bas/smu)